Manfaat Zakat Sapa Guru Honorer di Tasikmalaya

Global Zakat - ACT kembali menyalurkan amanah zakat masyarakat kepada guru-guru honorer yang telah bertahun berjuang. Si antaranya yakni Oleh yang mesti mengojek untuk tambahan dan Wati yang gajinya dibayar tiga bulan sekali.

Wati saat sedang mengajar di SDN 3 Taraju, Kota Tasikmalaya. (ACTNews/Ahmad Rokib)

ACTNews, TASIKMALAYA – Kisah inspiratif datang dari Oleh Sholeh. Selama 18 tahun, ia mengabdikan diri sebagai seorang pengajar di SDN Sukasari, Gunung Tandala, Kota Tasikmalaya. Dengan ikhlas ia tetap menekuni dunia pendidikan, karena selain ingin mencerdaskan generasi bangsa, ia juga ingin mengembangkan kemampuannya di bidang pendidikan.

“Dari gaji mulai Rp5 ribu per bulan, alhamdulillah sekarang Rp200 ribu per bulan. Tapi tetap kami tekuni dengan ikhlas. Kami ingin tetap mengembangkan skill pendidikan, kalau tidak diamalkan kan sayang ya,” ungkap Oleh.

Jarak 2,5 kilometer setiap harinya ia lewati untuk menuju ke sekeolah dengan berjalan kaki bersama guru-guru yang lainnya. Dengan penghasilan yang ia dapatkan dari mengajar, ia mengaku belum bisa mencukupi kebutuhan harian keluarganya. Sehingga ia memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengemudi ojek pangkalan.

“Selain dari mengajar, saya juga memiliki pekerjaan lain, yaitu menjadi tukang ojek pangkalan. Ya, untuk memenuhi kebutuhan harian, nambah-nambah,” ungkap Olehsambil melempar senyum.


Hal yang sama dirasakan oleh Wati, seorang guru honorer yang sudah mengabdi selama 11 tahun di SDN III Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Ia menerima honor sebesar Rp400 ribu, dan biasa diberikan per tiga bulan sekali. Meskipun begitu, Wati tetap semangat dan tidak pernah berhenti untuk menjadi seorang pengajar “Alhamdulillah Rp300 - Rp400 ribu yang saya terima setiap triwulan satu kali. Alhamdulillah tetap bersyukur dengan segala yang saya terima hingga hari ini,” ungkap Wati.

Mengetahui kondisi ini, Tim Global Zakat – ACT Tasikmalaya berkesempatan bertemu dengan Oleh dan Wati serta dua guru lainnya untuk menyerahkan bantuan biaya hidup sebagai apresiasi atas pengabdian mereka di tengah keterbatasan ekonomi melalui program Sahabat Guru Indonesia. Di bulan Juli hingga Agustus ini, bantuan biaya hidup untuk guru prasejahtera terus didistribusikan. Hal ini disampaikan oleh M. Fauzi Ridwan selaku Koordinator Program Global Zakat - ACT Tasikmalaya.


Serah terima bantuan kepada Oleh, salah seorang guru di Tasikmalaya. (ACTNews/Ahmad Rokib)

“Alhamdulillah hingga hari ini kami tetap menyampaikan amanah bantuan biaya hidup kepada para guru prasejahtera di Priangan Timur. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi dana zakat yang Sahabat Dermawan telah amanahkan melalui Global Zakat – ACT,” ungkap M fauzi Ridwan pada Selasa (25/8) ini.

Di masa sulit karena pandemi ini, Fauzi mengajak para dermawan untuk terus menyalurkan amanah terbaik mereka melalui zakat yang kemudian akan diimplementasikan kepada berbagai program. Termasuk program Sahabat Guru Indonesia yang membantu para guru prasejahtera di Nusantara. “Saat ini Global Zakat terus menerima dana zakat dari masyarakat yang bisa disalurkan kapan saja. Untuk mendukung program Sahabat Guru Indonesia, masyarakat bisa menyalurkan zakat melalui rekening BNI Syariah 99 0000 568 atas nama Yayasan Global Zakat atau bisa langsung mengunjungi laman Indonesia Dermawan,” ajak Fauzi. []