Mansour Al-Shahateit, Hafiz Palestina yang Hilang Ingatan Akibat Penjara 17 Tahun

Derita tergambar di wajah Mansour. Ia terlihat kurus saat keluar dari penjara. Orang tuanya pun tak bisa ia kenali setelah keluar dari penjara. Mansour kehilangan ingatannya karena penyiksaan yang parah dan isolasi dari dunia luar yang begitu lama.

Mansour berbaju kuning telah keluar dari penjara setelah di tahan selama 17 tahun lamanya. (ACTNews)

ACTNews, PALESTINA — Kejamnya penjara Israel dirasakan langsung oleh Mansour Al-Shahateit, seorang hafiz Al-Qur'an di bumi Palestina. Ia dipenjara sejak tahun 2004 dan mendekam selama sekitar 17 tahun dalam pengapnya penjara. Beberapa waktu lalu ia telah dibebaskan.

Derita tergambar di wajah Mansour. Ia terlihat kurus saat keluar dari penjara. Orang tuanya pun tak bisa ia kenali setelah keluar dari penjara. Mansour kehilangan ingatannya karena penyiksaan yang parah dan isolasi dari dunia luar yang begitu lama.

 

Mansour dulunya seorang pemuda yang bebas, punya kemampuan yang luar biasa dan cerdas. Tak hanya mampu menghafal Al-Qur'an, ia juga menguasai tiga bahasa. Jika dilihat saat ini, tidak semua orang mampu menghafal Al-Qur'an. Tapi pribadi yang cerdas ini telah disia-siakan karena harus ditahan oleh tentara Israel dan dinyatakan bersalah hingga harus masuk ke dalam penjara.  

"Saya tidak percaya bahwa saya sudah bebas dari penjara. Ini adalah kegembiraan yang luar biasa," ujar Mansour.

Mansour menjadi gambaran bagaimana penjara Israel telah merenggut banyak kebahagiaan dan kebebasan laki-laki Palestina. Mereka memasukkan warga ke penjara yang membela hak-haknya.

Saat ini, masih banyak laki-laki Palestina yang ditahan di penjara Israel. Tindakan semena-mena seperti penangkapan secara paksa, menembakan tanpa alasan tak henti-hentinya dilakukan oleh militer Israel.[]