March Flag, Pawai Provokasi Zionis Israel Terhadap Palestina

Abeer dari ACT Palestina yang memberikan gambaran langsung kondisi Yerusalem selama march of flag menjelaskan, banyak warga Israel yang melakukan penyerangan terhadap tiap warga Palestina yang mereka temui.

pawai march of flag
Pasukan Israel menghalau seorang perempuan Palestina untuk melewati Pintu Al Amud di Yerusalem saat march of flag. (Quds News Network)

ACTNews, YERUSALEM – Ribuan warga Israel berjalan beriringan sambil mengibarkan bendera melalui Yerusalem Timur. Mereka tengah melakukan pawai yang disebut march flag pada Selasa (15/6/2021), untuk memperingati kedudukan ilegal mereka atas Yerusalem tahun 1967 silam. Bukan sekadar pawai, dalam aksinya tersebut, warga Israel juga berkeliling sambil melakukan provokasi terhadap warga Palestina yang mereka temui.

Dalam pawai terdengar para pengikut pawai meneriakkan kata-kata makian kepada penduduk Palestina dalam, bahasa Ibrani. Warga Palestina mengatakan kata-kata kasar seperti itu terdengar setiap tahun setiap pawai. “Ini adalah provokasi rakyat kami dan agresi terhadap Yerusalem kami dan tempat-tempat suci kami,” kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, seperti dikutip dari Aljazeera.

Sementara itu, Abeer, dari ACT Palestina yang memberikan gambaran langsung kondisi Yerusalem selama pawai menjelaskan, banyak warga Israel yang melakukan penyerangan terhadap tiap warga Palestina yang mereka temui. “Banyak toko-toko (milik warga Palestina) yang tutup. Namun mereka (permukim Israel) tetap menyerang orang-orang yang ada di dalam toko tersebut. Bahkan mereka juga menyerang perempuan dan anak-anak yang ingin kembali ke rumah mereka,” kata Abeer.

Abeer juga menjelaskan bahwa sebelum pawai dimulai, angkatan bersenjata Israel menunggang kuda telah mengepung daerah-daerah yang mengarah ke Gerbang Damaskus Kota Tua, membersihkan daerah itu dari warga Palestina sebelum pawai Israel tiba di sana.

Ratusan warga Palestina di Yerusalem yang berunjuk rasa dan memprotes pawai “provokatif” itu pun dipaksa bubar. Mereka yang berjaga di depan Gerbang Damaskus untuk mencegah masuknya peserta pawai mendapat serangan brutal dari angkatan bersenjata Israel.

Angkatan bersenjata Israel menyerang demonstran dengan peluru baja berlapis karet, dan gas air mata untuk membubarkan mereka. Bahkan, dalam video yang dibagikan Abeer, pihak Israel mengerahkan water cannon untuk menghujani warga Palestina dengan tembakan air bertekanan tinggi.

Sebanyak 17 warga Palestina ditangkap tanpa alasan oleh tentara Israel. Sementara 33 lainnya terluka saat angkatan bersenjata Israel menembakkan granat kejut di daerah sekitar Gerbang Damaskus. Namun, Abeer menekankan bahwa jumlah korban kemungkinan besar jauh lebih banyak ketimbang yang tercatat. Sebab, data korban luka didapat dari mereka yang dilarikan ke rumah sakit. Sementara mereka yang tidak dibawa ke rumah sakit, jumlahnya tidak terdata.[]