Margiyanta: Ini Kebahagiaan dan Kesedihan Guru Honorer

Margiyanta, guru honorer di Kabupaten Bantul menceritakan kebahagiaan dan juga hal-hal yang membuatnya sedih saat menjadi guru.

kebahagiaan, kesedihan guru
Margiyanta saat sedang mengajar di kelas. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Kebahagiaan guru tidak diukur hanya dari materi. Itulah yang dirasakan Margiyanta guru honorer di Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Kekecewaan akibat gaji rendah akan terobati jika momen bahagia itu tiba. 

“Hal paling membahagiakan menjadi guru adalah saat bertemu dengan anak didik yang telah lulus dan sudah bekerja di instansi terbaik mereka. Juga bangga saat melihat kesuksesan karir mereka, baik menjadi pengusaha, pegawai swasta, atau pegawai negeri sipil,” kata Margiyanta, Selasa (14/10/2021).

Selain kebahagiaan, kesedihan juga sering dirasakan Margiyanta. Rasa sedih muncul saat guru-guru seperjuangan telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

“Sedih karena belum berhasil dan masih harus berjuang. Akhirnya, kita hanya perlu bersyukur,” ungkapnya. 

Untuk membantu meringankan beban guru-guru honorer di Bantul, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup dan paket pangan, Kamis (14/10/2021). Dengan bantuan tersebut, diharapkan para guru honorer berbahagia dan terus berjuang mencerdaskan bangsa.[]