Maryati Dirikan Sekolah untuk Anak-Anak Duafa dan Digaji Tidak Pasti

Maryati prihatin melihat pendidikan Islam di kampungnya. ia dan sejumlah teman mendirikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) agar anak-anak bisa belajar agama dengan baik.

maryati dirikan sekolah
Suasana kelas di MDTA Nurun Nabila Alkatam saat sedang belajar. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Prihatin melihat pendidikan agama anak-anak di kampungnya, Maryati bersama teman-temannya berinisiatif mendirikan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dua tahun lalu. Institusi itu diberi nama Nurun Nabila Alkatam, didirikan tahun 2019.

MDTA yang dikhususkan bagi anak-anak duafa di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi–tempat tinggal Maryati. Operasional MDTA sebagian besar berasal dari donatur yang merupakan teman-teman Maryati.

“Donaturnya teman-teman, ada yang bekerja jadi TKI di Amerika. Sebenarnya, ada juga iuran Rp10 ribu per anak setiap bulan, namun tidak selalu lancar, karena mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas,” kata Maryati saat ditemui tim ACT Kabupaten Sukabumi untuk mengantarkan bantuan biaya hidup, Rabu (8/9/2021).

Dani Firdaus dari tim program ACT Kabupaten Sukabumi menjelaskan, gaji guru-guru di MDTA tersebut per bulannya tidak pasti. Jika kas sedang sehat, para guru diberi gaji Rp400 ribu, jika sedang minim gaji guru sebesar Rp300 ribu. 

“Meski gaji yang mereka terima minim, namun tetap semangat dan gembira mengajar anak-anak agama Islam. Semangat dan dedikasi mereka terhadap pendidikan Islam patut menjadi contoh,” pungkasnya.[]