Marzuki Alie: Sikapi Pandemi dengan Berusaha, Berdoa, dan Serahkan pada Allah

Meskipun pandemi melumpuhkan ekonomi, cepat atau lambat kondisi akan kembali seperti semula. Oleh karenanya Marzuki Alie mengajak masyarakat untuk beradaptasi, berikhtiar paling maksimal, dan terus berdoa.

Marzuki Alie saat ditemui pada Ahad (18/10) lalu. (ACTNews/Erwin)

ACTNews, MALANG – Ekonomi sedang lesu tahun ini, sebab pandemi melumpuhkan ekonomi sejak mewabah pada Januari lalu. Pandemi Corona berhasil menurunkan ekonomi nasional hingga minus 5,32% di kuartal II-2020. Tentu kesulitan akibat melemahnya ekonomi saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Era normal baru menjadi nasihat bagi Marzuki Alie untuk masyarakat dalam menghadapi pandemi saat ini. Manusia mesti beradaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal tersebut jadi penting menurut mantan Ketua DPR-RI periode 2009-2014. Dengan beradaptasi, manusia bisa bertahan dan mengembalikan keadaan. Setelah menyesuaikan diri, barulah Marzuki mengajak untuk masyarakat agar kembali mengeluarkan kemampuannya yang paling maksimal.

“Insyaallah kalau kita menegakkan protokol kesehatan ini, maka dampak dari Covid-19 akan menurun, dan insyaallah pasar mulai akan terbuka. Oleh karenanya, saya mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, ayo kita bangkit kembali. Kita berusaha, mengeluarkan semua kemampuan kita, dan pemerintah pun juga mengajak kita. Pemerintah memberikan banyak bantuan kepada kita, untuk kita bangkit,” papar Marzuki ditemui di Kawasan Lowokwaru, Kota Malang pada Ahad (18/10).

Apalagi kalau menyadari, bahwa wabah ini pun berasal dari Allah. Sehingga masyarakat diminta untuk tetap menjaga diri dan tidak takut dengan adanya virus. “Kita tidak boleh menyerah. Karena wabah ini turunnya dari Allah jadi kita tidak perlu takut. Kalau semuanya dari Allah, serahkan kembali kepada Allah. Yang penting kita berusaha dan kita berdoa. Insyaallah kita akan normal kembali sebagaimana sebelum Covid-19 yang lalu,” harap Marzuki.


Seorang petani binaan Global Wakaf - ACT sedang bekerja di lahannya. (ACTNews)

Bantuan kepada mereka yang membutuhkan juga dinilai penting dalam masa-masa ini. Termasuk Marzuki juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa membantu sesama dengan memberikan kelebihan harta yang kita miliki.

“Baik yang memang punya kekayaan yang besar, maupun yang pas-pasan. Tidak usah takut untuk bersedekah, karena sedekah tidak akan membuat kita miskin. Sedekah itu akan memperkaya diri kita. Karena sesungguhnya, uang yang kita sedekahkan itulah adalah uang kita pada saat nanti kita menghadap Allah SWT,” ajak Marzuki.

Amalan memberi yang tepat bagi Marzuki salah satunya lewat wakaf. Marzuki sendiri baru-baru ini ikut berpartisipasi dalam kerja sama dengan Global Wakaf – ACT untuk membantu para petani yang saat ini sedang dirundung kesulitan.

“Saya bersyukur Alhamdulillah, kita kemarin sudah menandatangani antara Gema Petani dan Global Wakaf – ACT, untuk pembiayaan menanam padi seluas 500 hektare. Ini sesuatu awal yang luar biasa baiknya. Kami sebagai pengelola Gerakan Masyarakat Pesantren untuk Ketahanan Pangan Indonesia (Gema Petani) yang ingin membangkitkan ekonomi pertanian, khususnya di level pesantren. Kami kesulitan dana, namun begitu ada lembaga yang mengelola wakaf, kami merasa seperti orang mengantuk diberi bantal,” jelasnya.

Marzuki pun merasa punya tanggung jawab yang besar untuk mengelola dana ini demi kepentingan umat. Oleh karenanya, ia berharap dukungan dari para dermawan agar kerja sama ini dapat terus berkembang. “Saya kira ini sesuatu yang luar biasa, yang harusnya mampu kita tumbuh kembangkan dalam rangka kita membangun ekonomi umat menuju masyarakat sejahtera adil dan makmur,” ucap Marzuki.

Pendampingan sektor pangan ini merupakan salah satu kegiatan Global Wakaf dan ACT dalam gerakan Bangkit Bangsaku. Gerakan “Bangkit Bangsaku” sendiri berfokus pada penyelamatan tiga sektor vital yang kini sangat terdampak pandemi, yakni sosial, ekonomi, dan kesehatan melalui berbagai programnya.

“Bangsa kita butuh disemangati sebuah gerakan, penyadaran terhadap berbagai permasalahan, pembuka jalan solusi dan implementasi nyata, serta penjaga optimisme tetap menyala. Seluruh aksi ini membutuhkan kolaborasi besar berbagai elemen masyarakat. Semua anak bangsa diundang kontribusinya, menyiarkan semangat dan ide untuk bangkitkan bangsa. Bersama, kita akan gulirkan bola salju kepedulian kita untuk Indonesia,” tegas Ibnu Khajar selaku Presiden ACT pada peluncuran gerakan ‘Bangkit Bangsaku’ pada Rabu (30/9) ini. []