Masih Adakah Harapan untuk Rica?

Cita-cita Rica seolah sirna dalam sekejap. Remaja asal Prabumulih, Sumatera Selatan itu punya deretan prestasi menjadi juara kelas. Namun, ia putus sekolah, akibat penyakit anemia, ulkus, dehidrasi, gizi buruk, hingga lupus.

Nasib Rica, Gadis Prabumulih Penderita Lupus
Tim Aksi Cepat Tanggap Prabumulih saat menjenguk Rica di RS AR Bunda Prabumulih. (ACTNews)

ACTNews, PRABUMULIH – Kala remaja lain punya kesempatan menggapai cita-cita lewat menuntut ilmu di sekolah, Rica (18), seorang remaja asal Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, tidak lagi punya kesempatan itu.

Cita-cita Rica menjadi orang sukses seolah sirna dalam sekejap. Padahal, ia punya punya deretan prestasi menjadi juara kelas. Rica terlanjur putus sekolah akibat menderita berbagai macam penyakit, mulai dari anemia, ulkus, dehidrasi, gizi buruk, hingga lupus.

Tubuh yang dulu sehat dan bugar, saat ini hanya bisa terbujur kaku dan kesakitan di sebuah ranjang di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Di sisi lain, rambut di kepalanya mulai rontok dan kulit badannya menggosong.

Mendengar kisah Rica di tengah ketidakmampuan ekonomi keluarganya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Prabumulih berikhtiar memulihkan kondisi kesehatan Rica dengan menggalang donasi lewat laman indonesiadermawan.id.

“Kondisi penyakit yang diderita Rica harus segera ditolong dengan pengobatan terbaik. Sebelumnya Rica ini ditempatkan di RS AR Bunda Prabumulih, namun tadi malam dipindahkan ke RSUP Palembang untuk perawatan yang lebih intens,” ungkap Tim Program ACT Prabumulih Henggar Panggalih kepada ACTNews, Senin (8/11/2021).

Henggar mengungkapkan, kondisi perekonomian keluarga Rica sangat tidak mampu untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit. Bahkan, sekadar membayar uang sewa kontrakan saja sudah menunggak berbulan-bulan.

“Lewat penggalangan donasi ini, kami berharap uluran tangan dermawan sekalian untuk kesembuhan Rica. Insyaallah sedekah kita semua akan menjadi amal jariah di akhirat kelak, sekaligus Rica bisa kembali berprestasi dan mengejar cita-citanya lagi,” jelas Henggar.[]