Masih Terisolasi, Warga Gaza Terima Bantuan Air Bersih

Isolasi wilayah membawa dampak yang cukup besar bagi warga Gaza, salah satunya mereka sulit mendapatkan pasokan pangan untuk menyambung kehidupan. Di masa isolasi ini, ACT mengirimkan bantuan air bersih sambil tetap menjaga protokol kesehatan.

Masih Terisolasi, Warga Gaza Terima Bantuan Air Bersih' photo
Relawan ACT di Palestina sedang mengisi penampungan air milik warga Gaza, Sabtu (29/8). Pendistribusian air bersih tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang tengah diisolasi akibat Covid-19. (ACTNews)

ACTNews, GAZA  Lockdown atau isolasi wilayah saat ini sedang diberlakukan di Gaza, Palestina setelah adanya laporan meningkatnya kasus positif Covid-19. Kondisi ini kian memberatkan penduduk Gaza, di tengah konflik kemanusiaan yang sedang berkecamuk. Pergerakan mereka makin terbatas, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di Gaza, Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Sabtu (29/8) kemarin mengirimkan ribuan liter air bersih bagi warga Gaza. Bantuan tersebut menyasar 435 jiwa di wilayah Beit Lahiya dan Jabalia Camp di utara Gaza. Dua wilayah inimemang merupakan daerah yang mengalami kesulitan air bersih, khususnya untuk konsumsi.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT mengatakan, pengiriman air bersih ke warga di Gaza menggunakan Humanity Water Tank yang telah bersiaga di sana. Di tengah Covid-19 yang sedang mewabah di Gaza, relawan ACT yang bertugas pun menjaga protokol kesehatan. “Hadirnya air bersih ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga Gaza di tengah wabah Covid-19. Kondisi masyarakat di sana semakin sulit keadaannya karena ketebatasan aktivitas akibat lockdown,” jelas Said, Ahad (30/8).

Dalam laporannya, Al Jazeera mengatakan, sejak Senin (24/8) malam, wilayah Jalur Gaza diisolasi setelah terdapat laporan pertama kasus Corona yang terkonfirmasi. Isolasi ini dilakukan di tengah adanya konflik kemanusiaan yang menimbulkan banyak penderitaan, termasuk fasilitas kesehatan yang jauh dari kata memadai. Hal ini lah yang kemudian membawa kekhawatiran yang sangat tinggi dari penduduk di Gaza dan Palestina pada umumnya.

Isolasi seakan sudah akrab bagi penduduk Palestina. Bertahun-tahun mereka hidup dalam penderitaan pembatasan aktivitas oleh Israel. Masih dari laporan Al Jazeera, pada 11 Agustus lalu, Israel menghentikan masuknya beberapa material pendukung kehidupan ke Gaza, namun beberapa waktu kemudian semua pengiriman dilarang kecuali untuk makanan dan obat-obatan. Salah satu yang terhambat pengirimannya ialah bahan bakar untuk listrik, yang dampaknya cukup besar dirasakan penduduk, apalagi untuk mendukung fasilitas kesehatan. Selain itu sejak 16 Agustus, Israel membuat laut Gaza juga tak bisa diakses oleh nelayan. Padahal salah satu pemasukan ekonomi warga di sana ialah hasil dari laut.

“Duka mereka berkali-kali lipat, setelah bertahun-tahun hidup dalam kondisi tak aman karena konflik kemanusiaan, kali ini mereka juga harus terkungkung dalam lockdown akibat virus yang mengancam kesehatan mereka di sana. Saat ini, selain air bersih, penduduk Gaza sangat menanti uluran tangan kita semua, masyarakat Indonesia. Bagi publik yang ingin bersedekah, dapat langsung mengunjungi website Indonesia Dermawan atau transfer melalui nomor rekening BNI Syariah #0096110239 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Said.[]


Bagikan

Terpopuler