Massarol Pertahankan Usaha di Tengah Penurunan Omzet 70 Persen

Warung Mie Ayam Sapi Pedes Sedep milik Massarol (27) di borong dan di modali oleh ACT pada Senin, 30 Agustus 2021.

act jakarta selatan
Mie Ayam Sapi Pedes Sedep Massarol yang sedang diracik untuk kemudian dibagikan ke warga secara gratis. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengimplemetasikan program borong dagangan serta memberikan modal usaha bagi UMKM yang terdampak pandemi. Kali ini, warung Mie Ayam Sapi Pedes Sedep milik Massarol (27) menjadi target borong dagangan. Akhir Agustus kemarin, sebanyak 800 porsi mi ayam diborong untuk kemudian dibagikan secara gratis ke masyarakat dan usaha Massarol juga diberikan tambahan modal.

Hadirnya borong dagangan dan tambahan modal untuk usaha Massarol bukan tanpa alasan. Pandemi berkepanjangan membuat usaha Mie Ayam Sapi Pedes Sedep miliknya sempat berada diambang kebangkrutan. Di tengah pendatan yang berkurang drastis, modal usahanya pun kian terkikis untuk kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, Massarol memilih bertahan meski omzetnya turun 70 persen selama pandemi.

“Sempat ada rasa menyerah,” katanya.

Kata menyerah memang seakan tak ada dalam kamus kehidupan Massarol. Sebelum akhirnya memutuskan berjualan Mie Ayam  Sapi Pedes Sedep, pada 2018 ia hanya menjual nasi dan ayam geprek. Akan tetapi, pemuda ini terus mengembangkan usahanya dan berinovasi.

Rasa syukur pun terucap dari Massarol saat barang dagangannya diborong hari itu. Ia semakin senang karena mengetahui hidangan dari warungnya dibagikan ke masyarakat, khususnya prasejahtera dan pekerja harian secara gratis didukung tim Masyarakat Relawan Indonesia.

Saya juga senang produk saya dibagikan ke masyarakat yang tepat oleh ACT,” tambahnya.[]