Masuki Musim Panen, Zionis Israel Makin Menindas Petani Palestina

Selama musim panen, intensitas serangan zionis Israel ke petani Palestina di Tepi Barat meningkat. Pohon zaitun milik petani yang telah siap dipanen, kerap dicuri dan dihancurkan oleh para pemukim ilegal Israel.

israel serang petani palestina
Ilustrasi. Serangan Israel ke petani Palestina di Tepi Barat meningkat selama musim panen. (Reuters/Mohamad Torokman)

ACTNews, TEPI BARAT – Perkebunan zaitun yang ditanami petani di Palestina, biasa memasuki musim panennya pada awal bulan Oktober di tiap tahun. Ini menjadi momen bahagia bagi ribuan petani Palestina, akhirnya mereka bisa memperoleh penghasilan dari jerih payahnya bekerja di ladang selama setahun.

Namun, kebahagiaan tersebut mendadak sirna. Sebab, fakta menunjukkan bahwa intensitas serangan pemukim ilegal Israel terhadap petani Palestina di Tepi Barat jauh lebih parah ketika musim panen tiba.

Hal tersebut lah yang diperingatkan Kementerian Luar Negeri(Kemlu) Palestina. Pihak kemlu meminta para petani Palestina di Tepi Barat untuk berhati-hati terhadap serangan selama masa panen. Kemlu juga menyebut cueknya masyarakat internasional terhadap aksi kekerasan yang dilakukan pemukim Israel, memiliki dampak yang sangat buruk bagi para petani.

“Selama musim panen zaitun, serangan oleh pemukim dan teroris Yahudi terhadap warga Palestina meningkat. Terkadang serangan dilakukan dengan mencegah petani memasuki tanah mereka untuk memanen, lalu ada juga serangan secara fisik terhadap warga Palestina yang berpartisipasi dalam panen, dan terkadang dengan membakar, menghancurkan, dan menebang ratusan pohon zaitun di banyak wilayah Tepi Barat. Ini terjadi setiap tahun,” kata kemlu dalam sebuah pernyataan.

Khalil Taqtaq, seorang petani di Salfit, utara Tepi Barat menceritakan, pemukim ilegal Israel yang bermukim di dekat lahannya telah mencuri tanaman pohon zaitunnya yang siap panen. Dari 50 pohon yang ia tanam, lebih dari setengahnya dikatakan Khalil telah dicuri.

Sementara pada 3 Oktober lalu, di Desa Burin, di provinsi Nablus, sejumlah petani terkejut ketika mereka pergi ke lahannya dis pagi hari. Puluhan pohon zaitun yang mereka hendak panen, tiba-tiba lenyap. Berdasarkan sumber lokal, pemukim Israel dari daerah pemukiman Yitzhar, telah menebang pohon-pohon tersebut sebelum petani Palestina datang.[]