Masyarakat Bireuen Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Palestina

Kepedulian warga Bireuen, Aceh terhadap penderitaan rakyat Palestina tidak diragukan lagi. Kepedulian itu tercermin dari diserahkannya bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar yang akan digunakan untuk pengadaan ambulans, pembangunan sumur wakaf, dan kebutuhan rakyat Palestina selama masa pemulihan pasca serangan akhir Ramadan lalu.

masyarakat bireuen peduli
Pemerintah Kabupaten Bireuen menyerahkan bantuan dari masyarakat Bireuen untuk Palestina melalui ACT. (ACTNews)

ACTNews, BIREUENLintas elemen masyarakat di Kabupaten Bireuen menyalurkan bantuan untuk Palestina. Penggalangan dana dilakukan selama sebulan terakhir dan terkumpul hampir Rp1 miliar.  Penggalangan dana dilakukan oleh banyak pihak mulai dari ASN Kabupaten Bireuen, DPRD Bireuen, mahasiswa, karang taruna, komunitas, dan warga Bireuen pada umumnya

Bantuan dikumpulkan melalui Gerakan Bireuen untuk Palestina yang dibentuk 17 Mei 2021. Diprakarsai oleh Anwar Ebtadi, gerakan ini berangkat dari kepedulian masyarakat Aceh terhadap saudara di Palestina yang tertindas oleh kebiadaban Zionis Israel. Bahkan serangan dilakukan saat ibadah di bulan Ramadan.

Koordinator Bireuen untuk Palestina Anwar Ebtadi menjelaskan, rakyat Palestina terus menerus mengalami penderitaan akibat serangan brutal Zionis Israel, dan inilah bukti nyata masyarakat Bireuen dalam membantu mereka di sana. "Alhamdulillah antusiasme masyarakat Bireuen begitu besar, sehingga dapat menyalurkan dana yang begitu besar juga untuk saudara kita di Palestina," katanya, Senin (7/6/2021).

Bupati Bireuen Muzakkar A. Gani mengaku kagum dengan semangat warganya yang peduli Palestina. Muzakkar berharap donasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya.

"Saya kagum karena betapa pedulinya warga Bireuen untuk Palestina. Bantuan ini berasal dari seluruh kalangan masyarakat di Bireuen. Semoga ini dapat menjadi jalan keluar bagi Palestina yang tengah menghadapi penjajahan. Semoga donasi ini bermanfaat untuk kelangsungan hidup rakyat Palestina. Kini kita berdoa dan percayakan pada anugerah Allah SWT," ujar Muzakkar.

Secara terpisah, Geutanyoe Bireuen Gaseh Palestina juga menyerahkan donasi kemanusiaan senilai hampir Rp300 juta. Mukhlis Takabeya selaku penanggung jawab Komunitas Geutanyoe Bireuen Gaseh Palestina mengatakan, kepedulian masyarakat Bireuen kepada Palestina tidak diragukan lagi.

"Alhamdulillah, dalam menggerakkan komunitas ini saya didukung oleh orang-orang yang luar biasa. Tim terbentuk dalam waktu yang singkat, namun pergerakannya maksimal. Kita menyusur ke dalam gampong mengumpulkan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat," tegas Mukhlis.

Mukhlis melanjutkan, saat penggalangan dana dilakukan, ia mendapat cerita yang sangat menginspirasi. Ada seseorang yang hidup prasejahtera bahkan untuk memenuhi perutnya sendiri pun sulit, namun ia tetap teguh membantu rakyat Palestina dengan memberikan satu mug beras.

"Berarti kita orang Aceh, khususnya Bireuen, masih memperhatikan sesama saudara muslim. Ini yang kita dapat ambil hikmahnya. Semoga dengan ini dapat terkumpul dana yang cukup untuk ambulans di Palestina sehingga dapat bermanfaat dalam sehari-hari atas ikhtiar dari masyarakat Bireuen," tutur Mukhlis terharu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen M. Nasir yang turut hadir dalam penyerahan bantuan mengatakan, orang Bireuen itu hebat dan orang Aceh ini solidaritasnya luar biasa. "Saya sangat berterima kasih kepada seluruh donator. Saya akan mencoba mengajak lagi lebih banyak orang untuk membantu Palestina dari jajaran saya, sejumlah 3 ribu tenaga pengajar. Jika butuh, kita perpanjang lagi bantuan ini hingga beberapa bulan ke depan," sebut Nasir.

Di luar Gerakan Bireuen untuk Palestina yang mengusung ambulans, pengurus Karang Taruna Simpang Mamplam menyerahkan donasi untuk pembangunan Sumur Wakaf di Palestina. Dana tersebut dikumpulkan dari masyarakat Kecamatan Simpang Mamplam melalui ketua pemuda gampong, aksi penggalangan di jalan, dan juga dari rumah ke rumah yang dilakukan selama tujuh hari dari tanggal 21-28 Mei 2021.

Ketua Karang Taruna Simpang Mamplam Lindayani menyatakan sangat bangga dan terharu terhadap partisipasi masyarakat dan juga komunitas yang ia gerakkan. "Semoga dari penggalangan dana yang dilakukan di Jalan Medan-Banda Aceh dan rumah ke rumah di kecamatan Simpang Mamplam ini terwujudlah Sumur Wakaf di Palestina," harapnya.[]