Masyarakat Diimbau Patuh untuk Menjaga Jarak Fisik

Menjaga jarak fisik belakangan ini terus digaungkan di tengah masyarakat. Pasalnya, dengan cara itu diharapkan mampu menekan penyebaran Covid-19.

Masyarakat Diimbau Patuh untuk Menjaga Jarak Fisik' photo
Bangku Transjakarta yang diberi tanda silang merah sebagai tanda untuk menjaga jarak fisik di dalam bus. Langkah ini diambil di banyak tempat demi menekan penyebaran Covid-19. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA Kasus masyarakat Indonesia yang terinfeksi Covid-19 hingga kini terus bertambah. Per Ahad (29/3), 1.285 kasus terdata oleh pemerintah. Untuk koban meninggal dunia mencapai 114 jiwa, sedangkan puluhan lainnya dinyatakan sembuh.

Untuk menekan penyebaran virus corona ini, berbagai cara dilakukan. Mulai dari melarang adanya kegiatan yang mengundang keramaian, meliburkan aktivitas pendidikan dan sebagian perekonomian, hingga anjuran untuk menjaga jarak fisik. Jarak minimal antarorang disarankan 1 hingga 2 meter.

Anjuran ini dikeluarkan langsung oleh badan kesehatan dunia atau WHO. Pasalnya, Covid-19 ini sangat mudah untuk menyebar. Tak hanya melalui sentuhan fisik, tapi juga tetesan kecil air liur atau ketika bersin.

Menjaga jarak fisik disambut baik oleh para pakar kesehatan. Salah satunya dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H, lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health sekaligus dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Dikutip dari Kompas, ia berkata, tidak harus melakukan lockdown untuk mencegah sebaran corona. Akan tetapi, menjaga jarak fisik mampu mempersempit pergerakan Covid-19.


Sekelompok masyarakat yang mengkampanyekan lawan corona di stasiun MRT Lebak Bulus Grab. (ACTNews/Gina Mardani)

Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menjadi salah satu lembaga kemanusiaan yang ikut terlibat dalam penanganan corona pun berharap ke masyarakat untuk tertib membudayakan jaga jarak fisik selama bencana wabah Covid-19 ini. Koordinator Program Warteg Gratis ACT Sutaryo mengatakan, di dalam menjalankan programnya, ACT selalu mengimbau warga untuk menjaga jarak fisik.

“Terkadang kontak fisik sulit dihindari ketika program warteg gratis dari ACT melakukan distribusi. Namun, kami dengan tegas meminta kepada warga untuk tertib. Pemilik warteg juga harus memberikan ketegasan kepada siapa saja untuk selalu menjaga jarak. Tujuannya bukan hanya untuk kesehatan di satu tempat saja, tapi untuk kesehatan bersama,” ungkap Sutaryo, Senin (30/3).

Hingga saat ini, ajakan untuk menjaga jarak fisk terus digaungkan oleh berbagai pihak. Tempat duduk di fasilitas umum kini pun diberikan satu ruang kosong, transportasi umum yang biasanya penuh sesak juga mulai dikurangi demi menciptakan kebaikan untuk sesama.[]

Bagikan