Masyarakat Gaza Tetap Butuh Layanan Kesehatan

Penduduk Gaza korban perang dengan luka tetap membutuhkan pelayanan kesehatan berkala, namun di tengah pandemi Covid-19, banyak klinik kesehatan yang tidak beroperasi untuk meminimalisir penularan.

Masyarakat Gaza Tetap Butuh Layanan Kesehatan' photo
Relawan medis Aksi Cepat Tanggap melayani pasien di Klinik Indonesia Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Aksi Cepat Tanggap tetap mengaktifkan program pelayanan kesehatan untuk masyarakat Gaza. Program ini dapat berjalan dengan lancar berkat dukungan masyarakat Indonesia melalui laman Indonesia Dermawan ataupun langsung berderma ke Aksi Cepat Tanggap.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT menjelaskan, pelayanan kesehatan menjadi salah satu program yang amat dibutuhkan masyarakat Gaza selama pandemi ini. Covid-19 sempat membuat sejumlah layanan kesehatan ditutup karena Gaza sangat menghindari penularan dan belum memiliki fasilitas memadai.

“Kami tetap melayani, namun ada kala tim medis benar-benar mengunjungi rumah pasien yang membutuhkan dengan tetap mentaati protokol kesehatan. Oktober ini, klinik dan ambulans kami kembali melayani,” terang Said.

Bulan Oktober, lebih dari 3.100 pasien berobat ke klinik Indonesia. Keluhan mereka antara lain perawatan luka karena tembakan militer Israel, luka infeksi, trauma kepala, gastritis , influenza, dialisis, dan diabetes.

Sementara, pasien yang dilayani Ambulans Dermawan sejumlah 289 orang. Mereka mayoritas pasien dengan usia lebih dari 60 tahun. “Untuk ambulans, jenis layanan yang diberikan yaitu mengantarkan pasien dari rumah sakit ke rumah, dari rumah ke rumah sakit, cuci darah, dari rumah ke Klinik Indonesia, dari Klinik Indonesia ke rumah sakit, dan dari rumah sakit ke perbatasan Erez,” kata Said. Ia pun berharap, kebaikan ini dapat terus berjalan mendukung kesehatan Palestina.[]

Bagikan

Terpopuler