Masyarakat Maluku Peduli Warga Terdampak Banjir Jabodetabek

Meski sebagian warga Ambon dan sekitarnya belum pulih pascabencana gempa, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat baik mereka untuk membantu sesama.

Masyarakat Maluku Peduli Warga Terdampak Banjir Jabodetabek' photo
Warga Ambon berdonasi untuk warga terdampak banjir Jabodetabek. (ACTNews)

ACTNews, AMBON - Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) - ACT Maluku menggelar aksi kepedulian korban banjir di Jabodetabek pada Jumat (10/1). Aksi kepedulian ini diisi dengan kegiatan penggalangan dana di sejumlah titik di Kota Ambon. Setidaknya 20 relawan terlibat dalam aksi kepedulian tersebut.

Iqbal Kumkelo dari tim MRI - ACT Maluku menerangkan, meski sebagian warga Ambon dan sekitarnya belum pulih pascabencana gempa, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat baik mereka untuk membantu sesama. “Sejumlah warga di sini bahkan masih trauma gempa dan tinggal di pengungsian. Tapi ini tidak menghentikan kepedulian mereka kepada saudara yang terkena musibah banjir di Jabodetabek,” ungkap Iqbal.

Kepedulian yang besar ini, imbuh Iqbal, tidak terlepas dari karakter kekeluargaan masyarakat Ambon dan Maluku pada umumnya. “Masyarakat di sini punya slogan ‘potong di kuku rasa di daging’. Artinya, kami punya rasa persaudaraan yang erat terhadap saudara-saudara kami, seperti saudara kami di Jakarta yang dilanda banjir,” terang Iqbal. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (6/1) lalu, banjir besar yang melanda wilayah Jabodetabek berdampak pada lebih dari 500 ribu jiwa. Lebih dari 35 ribu jiwa mengungsi dan 66 jiwa lainnya meninggal dunia. Sementara kerugian sementara yang diestimasikan melebihi Rp10 triliun, menurut Bhima Yudhistira, peneliti di Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), dilansir dari BBC News Indonesia. []

Bagikan