Masyarakat Muslim Afrika Harapkan Beribadah di Masjid Layak

Tidak semua muslim di dunia dapat salat berjamaah di tempat yang nyaman. Di Uganda, masyarakat muslim salat berjamaah berteduh jerami dan pepohonan semi permanen.

Masyarakat Muslim Afrika Harapkan Beribadah di Masjid Layak' photo
Salah satu bangunan yang digunakan masyarakat muslim di Desa Masabasi, Sub bagian Simu, Distrik Bulambuli, Uganda Timur. (ACTNews)

ACTNews, BULAMBULI – Masih banyak masyarakat di Afrika yang melaksanakan salat berjamaah di bangunan tidak layak, terlebih di negara dengan penduduk muslim prasejahtera seperti Uganda. Sebagaimana dijelaskan Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response - ACT.

“Di Uganda, masyarakat salat berjamaah di bangunan yang hanya dibangun dari kayu dan daun-daun kering,” kata Faradiba, Jumat (9/10). Hal itu salah satunya terlihat di Desa Desa Masabasi, Sub bagian Simu, Distrik Bulambuli, Uganda Timur. Berdasarkan data sensus pemerintah Uganda tahun 2018, hampir 14 persen penduduk Uganda beragama Islam.

Menurut Faradiba, masyarakat Uganda masih sulit memenuhi kebutuhan komunal seperti tempat ibadah, pasalnya, sebagian besar mereka masih bergantung pada bantuan kemanusiaan. Menurut data Bank Dunia pada Agustus lalu, selama pandemi Covid-19 perekonomian Uganda merosot drastis. Sekitar 700.000 warga usia produktif Uganda mencari nafkah tiap tahunnya, namun yang tersedia hanya 75.000 pekerjaan.

Aksi Cepat Tanggap pun beberapa kali mengirimkan bantuan ke Uganda berupa pangan, kurban, dan bantuan pendidikan dalam bentuk mushaf Alquran. “Sahabat Dermawan bisa membersamai ikhtiar ACT dengan sedekah terbaik melalui laman Indonesia Dermawan,” pungkas Faradiba.[]