Masyarakat Prasejahtera di Selatan Thailand Terima Bantuan Pangan

Bantuan pangan dermawan ACT dan didukung IKATS dinikmati masyarakat muslim Thailand yang tersebar tinggal di wilayah selatan negeri gajah putih tersebut.

Masyarakat Melayu muslim prasejahtera di Patani, Tahiland, menerima bantuan pangan dari dermawan Aksi Cepat Tanggap. Selain di Patani, bantuan yang diberikan pada periode Oktober ini juga dirasakan oleh masyarakat muslim di Provinsi Narathiwat dan yala. (ACTNews).

ACTNews, PATTANI, NARATHIWAT, YALA – Wilayah di selatan Thailand dikenal dengan penduduknya yang mayoritas muslim, terutama wilayah Pattani, Narathiwat, dan Yala. Ketiga provinsi tersebut memiliki histori yang sama dan kini hampir 90 persen berpenduduk muslim.

Pada pertengahan Oktober ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengunjungi sejumlah desa di wilayah Pattani, Narathiwat, dan Yala untuk mendistribusikan bantuan paket pangan. “Dinamika konflik di selatan Thailand terus berjalan hingga hari ini. Tindakan represif dan nonlegal dari aparat kerap ditujukan kepada masyarakat Melayu muslim, baik di Pattani maupun di luar Pattani. Keluarga-keluarga penerima manfaat bantuan ini mereka yang prasejahtera, janda dan anak yatim,” jelas Sucita Ramadinda dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT, Kamis (31/10).

Sucita melaporkan, bantuan ini diberikan kepada 25 kepala keluarga di Wilayah Pattani, Narathiwat, dan Yala pada 13, 21, 22, dan 23 Oktober. “Program bantuan paket pangan ini juga didukung ikatan alumni SMP 49 dan SMA 62 (IKATS) Jakarta,” imbuh Sucita.

Selain paket pangan kali ini, bantuan juga pernah diantarkan ACT saat Idulfitri lalu. Anak-anak yang menerima hadiah Idulfitri dari para dermawan ini berasal dari keluarga yatim dan merupakan korban musibah konflik di Pattani pada Mei lalu. Saat itu ada 150 anak yang menerima hadiah Idulfitri.

“Wilayah Thailand selatan ini memang rawan konflik internal sejak lama sehingga masyarakatnya banyak yang hidup di tengah kesulitan karena konflik. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan kesulitan tersebut,” terang Sucita.

Provinsi Pattani, Narathiwat, dan Pala pada masa dahulu adalah satu kesultanan. Wilayah tersebut merupakan kerajaan tertua di Semenanjung Malaya bernama Langkasuna yang berdiri sekitar abad ke-2. Langkasuna menjadi wilayah otonom pada abad ke-15 dan menjadi kerajaan Islam bernama Kesultanan Pattani.[]