Melayani Korban Terdampak Banjir di Bengkulu Tengah

Kabupaten Bengkulu Tengah menjadi salah satu wilayah yang cukup parah terdampak banjir

Melayani Korban Terdampak Banjir di Bengkulu Tengah' photo

ACTNews, BENGKULU TENGAH – Salah satu kru Ambulans Pre-Hospital keluar dari mobil hiace, memantau keadaan medan. Ia lalu memberi aba-aba ke pengemudi. Di depan, ada jembatan darurat yang harus dilalui mobil pra-rumah sakit itu.

"Terus.. terus! Jauh, jauh.. ya, maju.. maju!" teriak Agus dari tim medis Aksi Cepat Tanggap, sambil memberi isyarat tangan. Ambulans tersebut mengangkut belasan relawan medis termasuk dokter, perawat, bidan, dan apoteker itu dalam perjalanan ke Dusun Taba Penyengat, Desa Talang Panjang, Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah, awal Mei lalu.

Ambulans Pre-Hospital ACT bukan satu-satunya kendaraan yang melintas, turut menyertai pula mobil ranger 4x4 dan truk logistik ACT yang membawa bantuan pangan untuk warga dusun. Dalam perjalanan, sejumlah relawan harus bergantian memandu kendaraan ACT yang melintas agar berhasil melewati jalan.

Medan berbatu dan berlumpur harus dilalui untuk menuju Desa Talang Panjang. Dusun yang terletak di tengah perkebunan sawit itu menjadi salah satu wilayah terdampak banjir yang cukup parah. Sekitar 131 jiwa terdampak dan 14 rumah hanyut terbawa air.


Sesampainya di lokasi siang itu, tim medis segera mengatur formasi. Dokter siap memeriksa pasien, obat-obatan disusun rapi. Pelayanan kesehatan dilakukan di bawah tenda darurat, tempat warga beberapa hari lalu berteduh.

Basrun (58) tahun mengeluhkan gatal-gatal menyerang kulitnya. Kondisi badan yang nyeri-nyeri juga ia keluhkan kepada dr. Lidya Hapsari, dokter tim medis ACT yang bertugas kala itu. Ia merasa kesehatannya bermasalah setelah banjir menyerang. Saat banjir melanda, Basrun berhari-hari bertahan di dalam rumah demi menunggu air surut. Beruntung rumah panggungnya tidak ikut hanyut.

Dr. Lidya Hapsari menjelaskan, kondisi kesehatan yang melemah memang kerap dialami korban banjir. Batuk, flu, nyeri badan, dan gatal adalah penyakit yang paling sering dikeluhkan. Tim Medis ACT pun memberikan penanganan sesuai keluhan pasien. “Penangannya kita sesuaikan dengan gejalanya dulu. Bila pasien nyeri-nyeri badan, kita berikan obat nyeri, begitu pun kalau gatal-gatal,” jelas dr. Lidya, Kamis (2/5).