Melihat Keadaan Sulteng Setelah Dua Bulan Gempa Berlalu

Melihat Keadaan Sulteng Setelah Dua Bulan Gempa Berlalu

Melihat Keadaan Sulteng Setelah Dua Bulan Gempa Berlalu' photo

ACTNews, PALU –  Duka mulai mereda di Tanah Kaili. Sebagian besar orang  telah beranjak dari masa lara. Mereka kini menata kehidupan kembali dengan melakukan serangkaian aktivitas. Hal itu tercermin di Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kelurahan Duyu, Tatanga, Kota Palu. ICS itu diperuntukan bagi mereka para korban terdampak gempa bumi 28 September lalu yang masih bertahan hingga saat ini.

Sebelumnya, tanah seluas kira-kira 100 meter persegi itu adalah lapangan bola warga. Saat gempa terjadi, lapangan itu menjadi serbuan orang yang berlari mencari keamanan dari reruntuhan bangunan dan pergeseran tanah. Seperti yang diceritakan Rosnani (50), warga Desa Duyu yang belakangan diamanahkan sebagai koordinator Dapur Umum ACT di Kelurahan Duyu.

"Orang semua lari (meminta makanan), hanya baju di badan semua lari (hanya membawa satu-satunya pakaian yang dikenakan), itu hari Sabtu (29/9)," cerita Rosnani, pada Selasa (13/11) satu bulan lalu. Merespons keadaan tersebut, keesokan harinya, ACT langsung membuka dapur umum untuk para korban gempa yang masih bertahan.

Kini bukan hanya dapur umum, tetapi juga serangkaian kompleks Hunian Nyaman Terpadu yang telah dirampungkan. Sejak 24 November lalu, ICS di kelurahan Duyu mulai dihuni. Supri (40), salah satu penghuni ICS duyu yang bermata pencaharian sebagai pedagang sayur keliling. Kamis (29/11) Supri dan keluarganya mulai menghuni tempat tinggal baru. Bapak tiga orang anak itu adalah salah satu penghuni di Blok E ICS Duyu. Baginya diberikan hunian pengganti saat ini menjadi kesempatan yang bisa ia gunakan dengan baik untuk memulai kehidupan baru. “Alhamdulillah, bagi saya ini (ICS) membantu dan (kami) senang. Sekarang yang penting tempat tinggal dulu. Layak dan tidak kehujanan,” ungkapnya.

Keadaan serupa tampak di Kabupaten Sigi, Kecamatan Tanambulava, Sibalaya Utara. Jaraknya 33 kilometer dari ICS Duyu berada, sebuah ICS untuk 60 kepala keluarga terdampak likuefaksi dibangun. Sejak 24 November lalu, para penyintas yang mengungsi di Pasar Sibalaya Utara mulai menempati satu-satunya Hunian Nyaman Terpadu di Kecamatan Tanambulava itu.

Hadirnya ICS beserta fasilitasnya di Sibalaya Utara tidak luput dari peran Sulastri (58) dan suaminya, Muhammad Saleh (68). Mereka adalah sepasang buruh lepas yang sesekali menanam jagung, kacang, dan sejumlah sayuran untuk bertahan hidup. Sebab kebaikan hati mereka, sebagian tanah garapan mereka dapat dipergunakan untuk membangun hunian.

Dalam sebuah wawancara Sulastri pernah mengungkapkan, keinginan menghibahkan tanah sudah lama diinginkan Sulastri dan Saleh. Berawal dari kegelisahan melihat perilaku generasi muda yang semakin menyimpang dari nilai agama dan sosial, Sulastri ingin tanahnya bisa digunakan sebagai tempat pendirian musala atau pondok pesantren. Niat menghibahkan itu semakin kuat setelah melihat tetangganya, sesama terdampak gempa tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Hingga kini, 5 dari 7 kompleks Hunian Nyaman Terpadu (ICS) yang dibangun secara bertahap telah rampung. Seluruh kompleks ICS tersebar di Palu, Sigi, dan Donggala. “Alhamdulillah 5 kompleks ICS sudah selesai pembangunannya dan beberapa kompleks sudah mulai ditempati pengungsi. Dua kompleks lagi segera rampung, seperti yang di Desa Soulowe, Kecamatan Dolo, Sigi dan di Kompleks Bukit Thursina, Palu,” terang Dede Abdul Rohman selaku Koordinator Pembangunan ICS, Jumat (14/12).

Bersamaan dengan itu, ACT juga membangun sejumlah lokal kelas bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, salah satunya MTs Al Khairaat. Sekolah menengah yang terletak tak jauh dari calon Hunian Nyaman Terpadu di Soulowe, itu menampung sekitar 80 siswa. Tiga ruang kelas di sekolah itu hancur dan bangunan yang lain mengalami kerusakan di tiang penyangga.

Lebih dari dua bulan berselang, doa “Palu bangkit” sebagaimana diucapkan jutaan orang selama ini semakin nyata. Sejalan dengan itu, ACT terus berupaya menghadirkan perbaikan dan semangat kembali bangkit di Tanah Palu dan sekitarnya. []

Bagikan

Terpopuler