Melihat Kurban Lebih Luas dari Sekadar Ibadah

Kurban adalah ibadah istimewa yang datang dalam satu tahun sekali dan Allah menjanjikan kenikmatan bagi para pekurban. Ustaz Faris BQ menambahkan, ada maslahat ekonomi yang besar juga yang terkandung dalam kurban, terutama dalam masa pandemi seperti ini.

Melihat Kurban Lebih Luas dari Sekadar Ibadah' photo
Ustaz Faris BQ memberikan pemahaman mengenai kurban pada peluncuran tema program kurban "Labbaik, Berqurban Terbaik" dari Global Qurban - ACT pada Jumat (12/6) ini. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, JAKARTA – Amalan kurban merupakan salah satu amalan yang besar bagi umat Islam. Dalam surat Al-Kautsar,  Allah akan memberikan nikmat yang luar biasa kepada hamba-Nya yang mau beribadah dengan ikhlas, menjalankan salat lima waktu beserta sunnah rawatibnya, mau berkurban hanya untuk Allah, dan tidak menyekutukan-Nya.

Sejalan dengan itu, Ustaz Faris BQ mengajak para dermawan untuk meluaskan pandangan terhadap ibadah kurban. Kurban bagi Ustaz Faris, bukan hanya perihal ibadah yang dikerjakan selama satu hari dalam setahun.

“Tapi bagaimana hewan itu dibeli, bagaimana dia dikumpulkan, bagaimana nasib petani-petani dan peternak. Ini kan menarik semua. Dari mulai booth-booth-nya, menyediakan lahannya, kemudian menyewakan, ini kan (milik) umat semua. Ini cara kita menggerakkkan ekonomi umat, dan ini yang diinginkan oleh agama,” kata Ustaz Faris pada peluncuran program kurban bertema "Labbaik, Berqurban Terbaik" dari Global Qurban – ACT pada Jumat (12/6) lalu.

Bahkan menurutnya, esensi semua ibadah adalah memiliki dampak bagi masyarakat sekitar. Ini yang tercermin dari dua tahun pertama masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, di mana semua urusan ekonomi belum selesai.


Budi, salah seorang peternak saat berada di kandang sapi miliknya di Ciampea, Bogor. Peternakan itu ia rintis sejak 2002 lalu. (ACTNews/Eko Ramdani)

“Maka ketika datang ibadah-ibadah di dalam Islam, ini tidak mungkin ibadah yang hanya berhubungan dengan Allah SWT tanpa memberi efek terhadap umat. Ini yang penting yang selalu ingin kita sampaikan. Jika benar hubunganmu dengan Allah, maka orang-orang di sekitarmu akan dapat merasakan itu. Inilah semangat dalam berkurban yang disampaikan (dari nabi) kepada para sahabat atau instrumen-instrumen lainnya dalam berbagi,” Ustaz Faris menjabarkan.

Terutama pada saat pandemi seperti sekarang, di mana banyak orang yang terkena dampaknya. Ia mengapresiasi salah satu program Global Qurban – ACT, yakni Agen Qurban. Melalui sistem agen ini, Global Qurban – ACT akan memberikan sejumlah benefit kepada agen yang dapat mengajak masyarakat untuk berkurban. Menurut Ustaz Faris, Agen Qurban adalah contoh cara yang kreatif dalam berbagi.


“Jadi sekarang pada masa pandemi, justru terpikir untuk memberdayakan umat secara lebih baik lagi. Jadi kalau sekiranya umat ini sedang berada dalam problem, sebenarnya itu adalah ujian dari kita seberapa kita memikirkannya. Lalu kemudian ada orang-orang kreatif seperti itu (Global Qurban – ACT), dan itu yang harus terus sama-sama kita gerakkan. Kita jaga keikhlasan dan semangat dalam jemaah, serta kreativitas dalam beramal,” pesan Ustaz Faris.

Tahun ini, Global Qurban – ACT menargetkan adanya 100.000 Agen Qurban yang berpartisipasi. Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT berharap, sistem keagenan ini dapat menjadi solusi bagi para masyarakat yang terdampak pandemi.

"Insyaallah, kami menargetkan Agen Qurban kita tahun ini adalah sebanyak 100.000 agen. Melalui agen kurban, kita membagi-bagikan pekerjaan ke banyak masyarakat, salah satu cara elaborasi kita untuk mengurangi kemiskinan di tengah pandemi. Harapannya, program ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang terkena PHK atau yang terdampak langsung dari pandemi,” tambah Ahyudin. []


Bagikan

Terpopuler