Meluaskan Manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro ke Berbagai Daerah

Per 20 September telah ada 587 pelaku usaha mikro di 24 kabupaten/kota yang menerima permodalan tanpa riba dari Global Wakaf-ACT. Hadirnya bantuan permodalan ini merupakan bentuk dorongan dari Global Wakaf untuk menguatkan usaha mikro di tengah pandemi.

Seremoni serah terima Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf-ACT ke pihak masjid di Gresik. (ACTNews)

ACTNews, GRESIK – Jumlah masjid yang diberdayakan Global Wakaf-ACT agar tak hanya sekadar menjadi tempat ibadah semakin banyak dan meluas. Setelah sebelumnya di Bogor, Jawa Barat, kali ini Masjid An-Nadhifa di Kawasan Perumahan La Diva Green Hill Residence, Menganti, Gresik yang akan mengadakan kegiatan selain ibadah saja. Pengurus masjid berkolaborasi dengan Global Wakaf-ACT untuk memberdayakan warga sekitar, khususnya pemilik usaha mikro, untuk mengembangkan lagi usahanya, apalagi di tengah pandemi yang mempengaruhi perekonomian juga.

Kolaborasi Global Wakaf-ACT dengan pengurus Masjid An-Nadhifa merupakan perluasan dari program Wakaf Modal Usaha Mikro. Program ini hadir dan menjadikan masjid sebagai basis pemberdayaan dengan penerima manfaatnya para pedagang mikro di sekitar masjid. Pengurus masjid, pelaku usaha mikro sekitar masjid, serta relawan dari Global Wakaf-ACT bakal terlibat dalam aksi kebaikan ini.

Pada Jumat (18/9) ini, program Wakaf Modal Usaha Mikro di Gresik ini akan dijalankan. Sebanyak 35 pelaku usaha mendapatkan permodalan tanpa riba ini. Dana yang disalurkan merupakan hasil pengoptimalan dana wakaf masyarakat yang dikumpulkan Global Wakaf untuk berbagai program, khususnya kegiatan yang produktif.

“Awalnya ada 14 pelaku usaha mikro yang mendapatkan modal usaha dari Global Wakaf. Tapi alhamdulillah ada jemaah yang ikut berwakaf, jadi total 35 pelaku usaha yang dimodali,” jelas Ustaz Ajiz, Kepala Takmir Masjid An-Nadhifa.

Dalam program Wakaf Modal Usaha Mikro ini, nantinya pihak masjid yang akan menentukan penerima akses permodalan, khususnya jemaahnya. Pengelolaan dana pun nanti akan melibatkan pihak masjid. Sedangkan untuk pendampingan, Global Wakaf bakal menyediakan pendamping yang sebelumnya telah diberikan pembekalan untuk membantu peningkatan kapasitas usaha serta menjaga nilai pokok modal yang diberikan sebagai modal.

Koordinator Program Wakaf Modal Usaha Mikro Wahyu Nur Alim menjelaskan, per 20 September, Wakaf Modal Usaha Mikro telah memberikan akses permodalan tanpa bunga ke 587 pelaku usaha mikro. Ratusan usaha ini tersebar di 24 kabupaten/kota. Berbagai usaha pun menjadi sasaran utamanya, khususnya pangan.

“Program Wakaf Modal Usaha Mikro ini hadir untuk mendukung keberlangsungan usaha skala kecil yang saat ini bertahan di tengah ketidakpastian akibat pandemi,” jelas Wahyu, Ahad (20/9).

Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, berbagai usaha telah ditopang oleh permodalan dari Global Wakaf. Salah satunya sektor pertanian yang ada di Desa Siser, Laren, Kabupaten Lamongan. Puluhan petani dengan total lahan sawah padi mencapai belasan hektare mendapatkan modal dari program Wakaf Modal Usaha Mikro. Bahkan, pada bulan ini akan berlangsung masa panen.

“Kami masih terus membuka kesempatan untuk semua pihak terlibat dalam pendanaan usaha produktif dari dana wakaf yang terhimpun. Pewakif bisa menyalurkan wakafnya melalui rekening BNI Syariah 101 0000 262 atas nama Yayasan Global Wakaf. Dana wakaf nanti akan disalurkan ke berbagai sektor produktif dan nilai pokok wakaf akan tetap dijaga,” jelas Dipo Hadi dari tim ACT Jawa Timur, Ahad (20/9).[]