Meluaskan Sedekah Pangan di Tengah Meningkatnya Kemiskinan di Bekasi

Akhir 2020, angka kemiskinan di Kota Bekasi meningkat 37 persen. Hal ini turut berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan pangan bagi warga prasejahtera.

potret kemiskinan bekasi
Tampak rumah Suparman (35) bagian belakang yang masih hancur karena banjir besar tahun lalu yang melanda Bekasi. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Ancaman kemiskinan dan kelaparan menjadi problem yang masih menghantui wilayah Bekasi, apalagi di masa pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Data Pemerintah Kota Bekasi mencatat, jumlah warga miskin mengalami peningkatan sebesar 37 persen selama pandemi Covid-19. 

Hingga akhir 2020 yang lalu, jumlah masyarakat miskin yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) mencapai 152.002 Kepala Keluarga (KK). Angka tersebut lebih tinggi dari data 2019 yang tercatat sebanyak 106.138 KK. 

“Data tersebut terhitung sejak awal 2019 sampai Juli 2020. Warga yang terdata merupakan warga yang memiliki KTP Kota Bekasi, terjadi kenaikan sekira 37 persen tahun ini dibandingkan tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Penanggulangan Masyarakat Miskin Dinas Sosial Kota Bekasi Yeni Suharyani.

Yeni menyampaikan, berdasarkan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 109 tahun 2019 tentang Kriteria Warga Miskin di Kota Bekasi, terdapat 10 indikator seseorang bisa dikategorikan sebagai warga miskin. Indikatornya meliputi tempat tinggal, sumber penerangan (listrik, kesehatan, pendidikan, pangan, fasilitas transportasi, sandang/pakaian, sumber bahan bakar, penghasilan keluarga, dan fasilitas MCK yang memenuhi standar kesehatan. 

Dalam pelaksanaan program-program kemanusiaan di Bekasi, ACT kerap menemukan warga-warga yang tergolong ke dalam 10 indikator tersebut. Salah satunya adalah Suparman (35). Pria asal Bekasi Timur ini menetap di sebuah rumah berbahan triplek yang tidak sempurna bentuknya, di tepi sungai Kali Bekasi, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi. 

Parman, biasa ia disapa, menyumbang susunan mosaik kemiskinan di Bekasi. Ia tinggal bersama ayahnya yang sudah berusia 75 tahun dan tengah berjuang melawan sakit stroknya selama tujuh tahun.

Parman berkisah, tahun lalu, rumah yang terletak persis di tepi Kali Bekasi terendam banjir besar dan merobohkan sebagian dinding rumah serta menghanyutkan barang-barangnya. Hingga kini, ekonominya belum pulih, sebab tidak adanya pekerjaan tetap yang ia jalani. Hingga saat ini ia harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari mengurus orang tua tercinta. 

“Sehari-hari kerja serabutan aja, kadang mulung, kadang jadi kuli. Seminggu dapatnya Rp35 ribu sampai Rp50 ribu. Buat kebutuhan sehari-hari ya saya cukup-cukupin yang penting bapak dulu bisa makan, kalau saya masih bisa tahan. Kadang kalau enggak cukup, saya pinjam dari warung ke warung atau sama tetangga,” kata Parman. 

Tim Aksi Cepat Tanggap Bekasi bersilaturahim dengan Suparman (35) salah satu warga Bekasi yang terdampak banjir besar tahun lalu serta berada digaris kemiskinan. (ACTNews)

Ikhtiar tuntaskan masalah pangan

Sementara itu, sebagai satu ikhtiar mengentaskan kemiskinan yang ada di wilayah Bekasi, ACT Bekasi bersama Global Wakaf terus menguatkan program berbasis pangan. Program-program tersebut meliputi Operasi Beras Gratis, Operasi Makan Gratis, dan Air Minum Wakaf.

Program-program yang berfokus kepada kedaulatan pangan tersebut nantinya akan memberdayakan petani hingga produsen pangan lokal untuk memastikan produksi mereka berjalan dengan dukungan dana wakaf. Hasil produksinya kemudian akan diberikan kepada saudara sebangsa yang membutuhkan. 

“Insyaallah, melihat data yang ada serta tingkat urgensi yang sangat tinggi akan kebutuhan pangan bagi warga Bekasi yang membutuhkan, kami melihat program pangan sangat tepat. Kami juga akan menggencarkan Gerakan Sedekah Pangan Nasional guna mengentaskan salah satu indikator kemiskinan di Bekasi,” ujar Kepala Cabang ACT Bekasi Rizky Renanda, Ahad (21/2/2021).

Rizky melanjutkan, untuk itu ACT Bekasi mengajak semua warga Bekasi yang memiliki rasa kedermawanan yang tinggi untuk turut bersama-sama bergerak menyelamatkan saudara sebangsa dengan sedekah pangan terbaik. “Kami mengajak sahabat dermawan di Bekasi dan sekitarnya untuk bersedekah pangan terbaik melalui laman Indonesia Dermawan,” ujarnya. []