Memahami Peran Kedermawanan di Gelar Wicara UMJ

Sebagai lembaga filantropi, dampak yang paling besar yang dapat dilakukan ACT adalah menyebarkan inspirasi untuk berbuat baik kepada masyarakat luas. Karena kebahagiaan dari berbagi sebenarnya lebih besar ketimbang dari kebahagiaan yang menerima.

Memahami Peran Kedermawanan di Gelar Wicara UMJ' photo
Gelar wicara bertajuk ‘Charity for Sympathy, Make an Impact’ ini digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Senin (25/11) kemarin.

ACTNews, JAKARTA - Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersilaturahmi ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Senin (25/11) kemarin. Salah satu perwakilan dari ACT menjadi pembicara dalam acara gelar wicara bertajuk ‘Charity for Sympathy, Make an Impact’.

Muhammad Basair selaku Head of Area ACT Jakarta mengungkapkan, berdasarkan World Giving Index 2018, Indonesia merupakan negara paling dermawan di dunia. Di riset lain ia juga mengemukakan bahwa sebanyak 74% bangsa Indonesia membantu orang lain karena faktor ibadah. Namun, masih sedikit yang memanfaatkan peran lembaga filantropi dalam hal ini.

“Yang membantu melalui lembaga filantropi seperti kami itu hanya 4%. Masalahnya ada di sini. Karena orientasinya bersedekah, jadi mereka mungkin yang penting membantu saja. Ikhlas itu memang bagus, tapi mesti cerdas juga. Bantuan ini nantinya akan diapakan? Supaya ada pertanggungjawaban. Kita boleh membantu orang dan bisa lewat mana saja. Tetapi lebih bagus lagi selain membantu, kita di ACT juga memberitahukan juga apa saja program kita,” ujar Basair.

Sebagai lembaga filantropi, dampak yang paling besar yang dapat dilakukan ACT adalah menyebarkan inspirasi untuk berbuat baik kepada masyarakat luas. Karena kebahagiaan berbagi menurut Basair sebenarnya lebih besar ketimbang dari kebahagiaan yang menerima.


Basair sedang memaparkan materi di depan para mahasiswa. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Yang terpenting adalah memberi inspirasi kepada orang lain baik kepada orang lain maupun kepada kelompok lain,  bahwa berbagi itu keren. Orang yang kita bantu memang senang, tapi orang yang membantu jauh lebih bahagia. Membantu itu sama dengan bahagia,” ujarnya.

Untuk memastikan inspirasi itu tersebar, ACT kini berusaha membuat kampanye dengan memaksimalkan media sosial dan kreativitas. Mereka kini hadir melalui banyak platform untuk mencapai banyak audiens.

“Media juga harus mengikuti. Selain campaign yang harus kreatif, kita juga sangat memanfaatkan media sosial secara masif, baik Facebook,  Instagram, Twitter, Youtube. Jadi kreativitas kita diperlukan sekali untuk bisa memastikan program-program yang kita laksanakan sampai ke publik,” ucap Basair.

Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si selaku Wakil Dekan I dari FISIP UMJ mengatakan sangat mendukung lembaga-lembaga yang membawa misi sosial seperti ACT. Ia berterima kasih kepada ACT karena telah mau datang untuk berbagi.

“Memang di Indonesia banyak lembaga yang bergerak di bidang charity, salah satunya adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan sudah beberapa kali juga bekerja sama dengan FISIP. Saya rasa tidak masalah dengan kegiatan-kegiatan seperti ini, saya sangat mendukung. Ini juga bisa dikembangkan. Saya mewakili pimpinan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa sudi untuk berbagi dengan adik-adik mahasiswa,”  ungkap Ma’mun.

Selain itu kegiatan-kegiatan ACT menurut Ma’mun juga sejalan dengan apa yang diajarkan di UMJ. Terutama melalui salah satu mata kuliahnya, yakni kemuhammadiyahan, di mana mahasiswa wajib membantu masyarakat.

“Ini juga ada kaitannya dengan mata kuliah kemuhammadiyahan. Mata kuliah kemuhammadiyahan, berdasarkan petunjuk dari kemenristekdikti, itu mesti turun juga ke bawah (masyarakat). Itu mesti mencari donasi sendiri,” ujar Ma’mun.

Begitu juga pihak mahasiswa yang merasa senang dengan kehadiran ACT di kampus mereka. Sebagai mahasiswa yang notabene akrab dengan dunia digital, mereka merasa cocok dengan cara komunikasi ACT.

“Alasan saya mengundang ACT karena saya sangat tertarik dengan cara ACT mengkomunikasikan kepada orang lain untuk berdonasi. Saya rasa cara komunikasi itu sangat cocok untuk kalangan mahasiswa FISIP UMJ, sekaligus cocok untuk mebangun kesadaran akan berdonasi mahasiswa ,” kata Nur Hafizah selaku Ketua Pelaksana dari acara tersebut. []

Bagikan