Memaksimalkan Potensi Santri Melalui Wakaf

Hari Santri Nasional merupakan momentum pengingat bagi para santri untuk melanjutkan jihad para pendahulu. Di masa kini, jihad yang harus dilakukan para santri di antaranya dengan mengembangkan bidang ekonomi. Wakaf menjadi salah satu motor bagi pengembangan ini.

wakaf ternak santri
Ilustrasi. Tidak cukup hanya pintar mengaji, di masa ini, santri juga harus mempunyai kreativitas agar siap memasuki dunia industri dan dunia usaha. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Resolusi Jihad yang tercetus pada 22 Oktober 1945, menjadi dasar penetapan Hari Santri Nasional. Dalam peringatan ini, santri diharapkan dapat melanjutkan perjuangan para pendahulu mereka dalam membangun bangsa.

Perjuangan para santri pun tak cukup hanya melalui bidang agama. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, mengutip pesan Wakil Presiden KH Maruf Amin yang mengatakan, santri milenial tidak cukup hanya pintar mengaji. Di masa ini, santri juga harus mempunyai daya hidup dan kreativitas agar siap memasuki dunia industri dan dunia usaha.

Pondok pesantren punya potensi cukup besar untuk bidang ekonomi. Wapres mengungkap data bahwa 44 persen dari 34.652 pesantren di Indonesia memiliki potensi ekonomi. Artinya, sekitar 15.246 pesantren yang memiliki potensi menghasilkan ekonomi untuk lingkungan sekitar.

Ma'ruf menjelaskan potensi ekonomi yang dimaksud di antaranya yakni potensi pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan, serta vokasional. "Dengan melimpahnya sumber daya, maka santri sebagai komponen utama dari pesantren sangat berpotensi untuk memberikan sumbangsih pada berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi," ujar Ma'ruf dalam keterangan resmi, Kamis (21/10/2021).

Wapres juga menuturkan terdapat 4,76 juta santri di 34.652 pesantren di Indonesia. Jutaan santri itu dapat mengoptimalkan potensi ekonomi, dari pengembangan UMKM hingga peternakan. Pemerintah, pun telah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan pesantren ini.

Mengembangkan Potensi Pesantren Lewat Wakaf

Banyak jalan untuk mengembangkan potensi pondok pesantren di zaman sekarang, salah satunya yakni melalui wakaf. Wakaf merupakan instrumen yang dapat digunakan oleh pondok pesantren untuk meningkatkan pemberdayaan pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya. Peran wakaf sebagai pemberdayaan pendidikan telah dikembangkan sejak zaman dinasti Umayah, meskipun pada saat itu belum dalam bentuk tempat pendidikan khusus seperti pondok pesantren.

Tujuan inilah yang diikhtiarkan Global Wakaf-ACT melalui program-program unggulan. Program-program pemberdayaan ekonomi ini sebagian besar berbasis pangan. Sebut saja salah satunya yakni Wakaf Ternak Produktif.

“Rata-rata kita menemukan pondok pesantren ini tidak mandiri secara ekonomi, padahal pondok pesantren adalah markas pembinaan generasi yang akan memimpin negara ini. Oleh karenanya kami ingin berkontribusi dengan bantuan para wakif untuk bersama membuat pondok pesantren mandiri secara ekonomi,” ungkap Kepala Program Wakaf Ternak Produktif Supriyadi.


Ilustrasi. Lewat Wakaf Ternak Produktif, diharapkan para santri dapat mandiri secara ekonomi. (ACTNews)

Wakaf Ternak Produktif telah menyapa tiga pesantren di regional Jawa Barat sampai 21 Oktober 2021 ini. Satu Pondok Pesantren Kemitraan di Regional Jawa Tengah dan satu Pondok Pesantren di Aceh. Para wakif diberikan kesempatan untuk berwakaf sebanyak 50 ekor domba kepada tiap pesantren tersebut, dan para santri akan belajar, sekaligus mengembangkan keterampilan beternak.

“Bayangkan saat memberikan 50 ekor domba (ke pesantren), nanti ada yang dikonsumsi oleh para hafiz, ustaz, kiai, dan para orang saleh. Kemudian (mereka) mendoakan kebaikan kepada para wakif agar hartanya berkah dan berlimpah, Insyaallah akan dikabulkan doa-doanya,” ungkap Supriyadi.

Tak hanya membangun kemandirian ekonomi pesantren, kehadiran Wakaf Ternak Produktif juga berdampak pada kesejahteraan peternak dan kedaulatan pangan masyarakat. “Kami ingin meningkatkan kemandirian pangan dan ekonomi dari pondok pesantren. Kami juga ingin peternakan di Indonesia kembali hidup sebagai bagian dari kedaulatan pangan,” tambahnya.

Selain itu, Global Wakaf-ACT juga mendukung pemberdayaan para santri melalui program Wakaf Sawah Produktif, Al-Qur’an Wakaf, hingga Sumur Wakaf. Berbagai program ini diharapkan dapat membersamai serta mempermudah para santri dalam perjuangan mereka.[]