Memantik Kesadaran Hadirkan Air Bersih Lewat Peringatan Hari Air Sedunia

Hari Air Sedunia pada tahun ini mengambil tema ‘Air Tanah – Membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat’. Keberadaan air tanah begitu penting, namun di sisi lain juga terancam berbagai hal.

hari air sedunia
Ilustrasi. Menjelajahi, melindungi, dan menggunakan air tanah secara berkelanjutan akan menjadi inti untuk bertahan dan beradaptasi dengan perubahan iklim. (ACTNews) ACTNews, JAKARTA – Dalam Konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang

ACTNews, JAKARTA – Dalam Konferensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membahas Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro pada tahun 1992, muncul gagasan tentang Hari Air Sedunia. Hari Air Sedunia kemudian diperingati setiap tahun mulai dari 22 Maret 1993, berfokus pada pentingnya air tawar.

Selain membahas pentingnya air, peringatan Hari Air Sedunia juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang 2,2 miliar orang yang hidup tanpa akses air bersih yang memadai. 

Pada tahun ini, Hari Air Sedunia mengambil tema ‘Air Tanah – Membuat yang tidak terlihat menjadi terlihat’. “Air tanah tidak terlihat, tetapi dampaknya terlihat di mana-mana. Di luar pandangan, di bawah kaki kita, air tanah adalah harta terpendam yang memperkaya hidup kita. Di bagian terkering di dunia, air tanah mungkin satu-satunya air yang dimiliki manusia,” demikian tulis PBB dalam situs resmi Hari Air Sedunia.


Keberadaan air tanah menjadi penting dalam berbagai aspek kehidupan, tetapi digunakan secara berlebihan oleh manusia. Air tanah lebih banyak digunakan ketimbang terisi kembali oleh hujan dan salju. Belum lagi pencemaran air tanah menjadi masalah. Perlu waktu puluhan tahun bahkan berabad-abad untuk memulihkan masalah ini.

Menjelajahi, melindungi, dan menggunakan air tanah secara berkelanjutan akan menjadi inti untuk bertahan dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Air tanah juga dapat memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah. 

Upaya mempermudah akses air bersih untuk semua orang ini juga terus diperjuangkan oleh Global Wakaf-ACT. Sampai saat ini, Global Wakaf-ACT telah mengalirkan air bersih dari Sumur Wakaf, di sekitar 1.400 titik lokasi yang tersebar di 11 negara.

Moch Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf-ACT menjelaskan, Sumur Wakaf konsumsi sudah dibangun di lebih dari 1.300 titik. Sementara keperluan produktif di sekitar 30 titik.

Di samping menyediakan air bersih, program yang berjalan sejak tahun 2015 ini juga melakukan upaya konservasi lingkungan untuk menjaga sumber daya air bersih. Konservasi dilakukan dengan vegetatif atau menanam jenis pohon yang dapat melindungi tanah di sekitar Sumur Wakaf, serta dengan mekanik yakni membuat sumur resapan di sekitar Sumur Wakaf.[]