Memantik Nyala di Gaza

Aksi Cepat Tanggap menyediakan sistem penerangan alternatif yang aman dan ekonomis untuk warga Palestina. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada 10 keluarga prasejahtera di Jabalia.

Memantik Nyala di Gaza' photo
Mitra Aksi Cepat Tanggap di Gaza memasang perangkat penerangan bantuan dermawan Indonesia di salah satu rumah penerima manfaat. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Jalur Gaza sudah mengalami krisis listrik sejak tahun 2007 seiring peningkatan eskalasi antara otoritas Gaza dengan Israel. Warga Gaza hanya menikmati listrik 4-7 jam dalam sehari. Kondisi itu membuat masyarakat Gaza sulit menjalani kehidupan sehari-hari.

Pembatasan aliran listrik bagi masyarakat dan Kota Gaza mempengaruhi pengoperasian 130 fasilitas air dan sanitasi. Akibatnya, pembuangan limbah yang tidak dapat diolah menyebabkan pencemaran lingkungan.

Dalam segi kehidupan sehari-hari, kebutuhan listrik sangat penting bagi masyarakat, bahkan sekadar untuk penerangan di malam hari. Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap melaporkan, tidak adanya listrik mengganggu aktivitas warga bahkan anak-anak yang ingin belajar pada saat malam hari.

Oktober ini, Aksi Cepat Tanggap berikhtiar meredam krisis penerangan di Gaza dengan menyediakan sistem penerangan alternatif yang aman dan ekonomis. Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada 10 keluarga prasejahtera.

“Sistem hemat energi yang dibangun ini terdiri dari saklar dan baterai 26 ampere yang dapat diisi ulang  dengan kapasitas 6 pengisi daya 6 ampere. Baterai diisi melalui konduksi langsung dengan daya maksimum selama 4 jam dan memberi penerangan selama 10 jam terus menerus dalam kondisi terisi penuh,” jelas Said.

Melalui bantuan penerangan ini, Dermawan Indonesia telah meningkatkan kehidupan sosial keluarga di Gaza. Bahkan, lanjut Said, turu mengurangi gangguan psikologis seperti gangguan tidur, mengurangi kecelakaan kecil saat para ibu harus memasak malam hari, membantu anak anak yang ingin belajar, dan kenyamanan bagi keluarga di Gaza sekadar untuk makan malam bersama.

“Aksi Cepat Tanggap berikhtiar membantu kehidupan yang perlu dibantu oleh masyarakat Gaza. Terima kasih atas kebaikan para dermawan, tentu kebaikan ini akan terus mengalir,” tutup Said.[]