Memantik Optimisme Petani Landasan Ulin Utara, Kalimantan Selatan

Pandemi Covid-19 berdampak ke para petani di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Temu petani dan berbagi motivasi pun dilakukan untuk berbagi solusi dan memantik optimisme para petani.

Petani Landasan Ulin Utara saat rembug tani Rabu (28/10) malam. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Petani binaan program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru melakukan rembug tani bulanan. Dalam rembug tani, mereka saling berbagi masalah dan solusi pertanian. Oktober ini, rembug tani dilakukan Rabu (28/10) lalu.

Berbeda dari biasanya, rembug tani kali ini diselingi dengan sesi motivasi oleh trainer ESQ Denny Kurniawan. Denny meyakinkan para petani bahwa hasil kerja mereka amat bermanfaat untuk orang lain. "Siapa tau sayuran yang Bapak dan Ibu tanam, lalu dimakan oleh seseorang, membuat orang tersebut menjadi pintar dan sehat. Maka ini jadi kebaikan yang mengalir buat Bapak, Ibu," kata Denny kepada para petani.

Tim Program Global Wakaf - ACT Kalimantan Selatan Retno Sulisetiyani mengatakan, berbagi motivasi menjadi salah satu pengisi kegiatan yang digagas Global Wakaf - ACT dan MRI Kalimantan Selatan. Berbagi motivasi dilakukan untuk kembali membangun optimisme para petani di tengah pandemi Covid-19.

"Para petani terlihat interaktif dengan trainer. Trainer mengajak para petani untuk fokus pada hal-hal yang masih bisa dimanfaatkan saat ini, kendati pendapatan berkurang karena pandemi. Kita harus tetap bersyukur dengan kebaikan yang kita miliki,” kata Retno.

Motivasi yang diberikan Denny Setiawan pun diapresiasi Ali Ridho, salah satu petani Kelurahan Landasan Ulin Utara. "Alhamdulillah menjadi salah satu suntikan semangat bagi kami. Bahwa hal yang petani lakukan tetap bermanfaat," kata Ali.[]