Memasifkan Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Medan

Aksi Cepat Tanggap menggandeng organisasi mahasiswa dan pelajar di Kota Medan dalam membantu korban banjir bandang. Sabtu (12/12), aksi bersih-bersih, pelayanan kesehatan, dan pendampingan psikososial dilakukan di sejumlah pengungsian warga.

Relawan Aksi Cepat Tanggap Sumatra Utara memeriksa kesehatan salah satu penyintas banjir bandang di Kompleks Flamboyan, kawasan Medan Selayang, Kota Medan. (ACTNews)

ACTNews, MEDAN – Sudah sepekan peristiwa banjir bandang berlalu, tetapi sisa-sisa dahsyatnya hempasan air masih dapat dilihat hingga ini. Di kompleks Flamboyan, kawasan Medan Selayang, Kota Medan, misalnya, endapan lumpur hampir setinggi betis masih menyisa, Sabtu (12/12).

Lumpur dalam yang mirip kubangan atau pun yang mulai mengeras itu cukup merepotkan pemilik rumah membersihkan hunian mereka.  Belum lagi, ratusan rumah mengalami kerusakan. Selain rumah warga, jalanan yang berupa susunan paving blok telah berubah menjadi kubangan dan endapan lumpur.

Merespons kondisi tersebut, Aksi Cepat Tanggap Sumatra Utara bersama Mahasiswa Fakultas Teknik Bangunan Universitas Medan pun bergabung di Posko Penanggulangan Banjir Kompleks Flamboyan. Para relawan pun mulai menyisir satu persatu rumah warga membersihkan lokasi dari sisa material banjir.

Salah seorang warga Kompleks Flamboyan Turisman Hulu mengungkapkan rasa bangga dan bahagia. Ia bersyukur, ternyata masih banyak masyarakat yang peduli dengan korban bencana.

“Kami bersyukur, untuk stok makanan kami berlimpah karena banyak bantuan. Di satu sisi, kami berharap. Ada juga relawan yang dapat segera membantu membersihkan endapan lumpur, agar kami bisa kembali mendiami rumah kami seperti semula,” katanya.

Selain tim yang ditugaskan untuk membersihkan endapan lumpur di kompleks Flamboyan, ACT Sumut juga mengerahkan relawan ke sekitaran Jalan Multatuli, di kelurahan Hamdan.

Bertempat di pekarangan Masjid Al Husna Dian Al Mahri, relawan ACT dibantu anggota Osis Sekolah Edu Global melaksanakan layanan kesehatan untuk penyintas banjir. Layanan medis gratis ini dimulai sejak Sabtu (12/12) pagi hingga siang, dan mendapat dukungan dari donatur tetap ACT Sumut Sada Coffee, Medan.

Usai pelayanan kesehatan, relawan ACT dan Osis Edu Global melakukan pendampingan psikososial kepada anak-anak penyintas banjir. Relawan mendongeng dengan cerita yang lucu membuat anak-anak tertawa.[]