Memastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Tengah Pandemi

Adanya pandemi Covid-19 membawa kendala bagi peternak, salah satunya ialah distribusi hewan. Akan tetapi, hal ini tak menghalangi mereka dalam memastikan ketersediaan hewan kurban terbaik untuk persiapan Iduladha nanti.

Memastikan Ketersediaan Hewan Kurban di Tengah Pandemi' photo
Deretan sapi yang ada di Peternakan Insan Mulia Farm di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Tempat ini bakal menjadi salah satu peternakan yang memasok hewan kurban untuk Global Qurban. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR Lokasinya tak jauh dari Ibu Kota Jakarta, hanya perlu waktu kurang dari 1 jam sejak keluar pintu tol Cibubur. Perkebunan mengelilingi tempat itu. Ialah peternakan dengan nama Insan Mulia Farm milik Marzuki yang ada di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Peternakan milik Marzuki ini akan menjadi salah satu pemasok hewan kurban untuk Global Qurban - ACT.

Beberapa pekan menjelang Iduladha, telah ada ribuan sapi di peternakan itu. Asalnya dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Timur, hingga Nusa Tenggara. Peternak memberikan makan berupa rerumputan hijau serta konsetrat agar kesehatan serta bobotnya tetap terjaga hingga hari raya datang.

Saat tim ACTNews menyambangi peternakan milik Marzuki pada Selasa (24/6) kemarin, pekerja sedang sibuk memberikan pakan serta membersihkan kandang dan hewannya. Pekerja itu berasal dari warga sekitar peternakan. Pemberian pakan diberikan secara rutin, empat kali sehari.

“Sapi-sapi ini datang dari berbagai daerah yang tentu penanganan saat tiba di peternakan ini juga berbeda-beda. Kami memberikan yang terbaik untuk hewan ternak agar saat disembelih sesuai dengan kebutuhan, mulai dari kesehatan hingga bobotnya,” jelas Marzuki.

Pemilihan hewan kurban dari daerah asal untuk dibawa ke peternakan yang berada di Gunung Putri ini pun tak jarang dilakukan langsung oleh tim peternakan. Marzuki mengatakan, tak jarang timnya terbang langsung ke wilayah Nusa Tenggara untuk membeli sapi ke peternak di daerah. Tujuannya adalah untuk mendatangkan sapi terbaik.

Marzuki menambahkan, di tahun ini, wabah Covid-19 membawa beberapa perubahan. Yang paling terasa ialah proses distribusi dari wilayah asal hewan kurban ke peternakan. Adanya Covid-19 membuat beberapa pengiriman hewan ternak terkendala. Selain itu, pembeli hewan yang berasal dari luar wilayah pun kesulitan karena tidak bisa datang langsung untuk melihat hewan ternaknya.

Walau adanya wabah Covid-19 membawa kendala bagi peternak seperti Marzuki, hal ini tak menjadi alasan baginya untuk tidak memastikan ketersediaan hewan kurban. Perawatan untuk sapi-sapinya pun tidak mengalami perubahan. Tujuannya, agar hewan kurban tetap sehat dan memiliki bobot yang berat.[]


Bagikan