Memasuki Peralihan Musim, Kota Bekasi Waspada Cuaca Ekstrem

Seiring dengan intensitas hujan yang mereda pada Ahad pagi hingga siang, banjir yang menggenang pun surut. Meski begitu, ACT dan MRI Kota Bekasi mengimbau warga untuk tetap waspada dengan banjir susulan di tengah cuaca yang masih belum menentu.

Lokasi banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Ahad (25/10). (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Warga Kota Bekasi dan sekitarnya diminta untuk waspada menghadapi peralihan musim saat ini. Pasalnya, rentetan fenomena alam akibat cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang bahkan puting beliung masih terus membayangi Kota Bekasi.

Sejak Jumat (23/10) hingga Senin (26/10), sejumlah fenomena alam terjadi di Bekasi. Beberapa di antaranya angin puting beliung yang ‘mengamuk’ di Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara serta banjir yang menerjang beberapa lokasi, seperti perumahan Pondok Gede Permai, Pondok Gede, Villa Jatirasa, Jatiasih, dan RT 06 dan RT 07, Kampung Lebak, Telukpucung, Bekasi Utara.

Banjir dengan ketinggian 120 hingga 200 cm tersebut disebabkan oleh luapan air dari Sungai Cikeas dan Cileungsi bertemu di Hulu Kali Bekasi. Pantauan kenaikan debit air terjadi sekira pukul 00.00 WIB yang mencapai 740 cm, sebelum berada di 400 cm pada pukul 10.00 WIB. Sedari Ahad (25/10) malam dini hari, tim ACT dan MRI Kota Bekasi bergegas, merespons banjir yang terjadi khususnya di Pondok Gede Permai dan Villa Jatirasa, Bekasi. Sebanyak 50 keluarga pun terpaksa dievakuasi untuk mengungsi di Gudang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Bekasi. Sementara selebihnya memilih untuk tinggal di lantai dua setiap rumah.

“Kami langsung merespons fenomena yang terjadi, dengan menurunkan tim ACT dan MRI Kota Bekasi untuk melakukan asesmen awal. Sekiranya ada 100 rumah terdampak banjir. Kami pun terus melakukan koordinasi dengan tim BPBD Kota Bekasi dan BNPB setempat,” ujar Ketua Harian MRI Kota Bekasi, Eko Prasetyo, Ahad (25/10).

Eko melanjutkan, seiring dengan intensitas hujan yang mereda pada Ahad pagi hingga siang, banjir yang menggenang pun surut. Meski begitu, ACT dan MRI Kota Bekasi mengimbau warga untuk tetap waspada dengan banjir susulan di tengah cuaca yang masih belum menentu.

“Kami terus siaga apabila terjadi hal-hal yang sekiranya perlu penanganan khusus seperti banjir lanjutan. Selain itu, kami juga mengimbau kepada warga tetap waspada sebab banjir bisa saja terjadi seiring dengan peralihan cuaca yang ekstrem seperti tiga hari terakhir ini,” tutur Eko.

Hasil pantauan citra satelit Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awan

hujan berwarna orange terjadi masif dan merata di langit hulu Bogor dan Bekasi, curah hujan berkisar 52 sampai 124 mm per jam. Intensitas hujan diperkirakan meningkat hingga akhir tahun nanti.

“Hingga pertengahan Oktober, sudah 28 persen zona musim masuk musim hujan, termasuk untuk wilayah Bogor. Namun musim hujan untuk Bekasi, diperkirakan akan masuk mulai November, Oktober ini masih peralihan (musim) bagi Bekasi,” terang Kepala Sub Bidang Informasi BMKG Adi Ripaldi, seperti dilansir dari Radar Bekasi. []