Membahagiakan Idulfitri Penyandang Disabilitas di Gaza melalui Zakat Fitrah

Dua ratus keluarga penyandang disabilitas di Gaza menjadi penerima dari zakat fitrah kali ini.

Membahagiakan Idulfitri Penyandang Disabilitas di Gaza melalui Zakat Fitrah' photo

ACTNews, GAZA - Keceriaan menyebar di seluruh Gaza, berbarengan dengan takbir yang menggema. Anak-anak berlarian, orang-orang memenuhi jalan, orang-orang seolah lupa sejenak dari perang dan berbagai macam kesusahan. Menyambut idulfitri dengan kebahagiaan.

Seperti halnya orang-orang lain, Leila* juga menyambut Idulfitri kali ini dengan sukacita. Meskipun ia tidak dapat mengekspresikannya seleluasa orang-orang lain karena celebral palsy yang dideritanya semenjak lahir.

Leila kini berumur 25 tahun, tapi tak ubahnya anak-anak dikarenakan kondisi yang menuntutnya demikian. Untuk lebaran kali ini, ACT memberikan hadiah pada Leila untuk membesarkan hatinya serta memenuhi kebutuhannya.


“Ini salah satu gadis yang kami targetkan untuk mendapatkan zakat fitrah. Ia lahir dengan kondisi celebral palsy, dan membutuhkan bantuan seperti makanan dan popok. Untuk itu kami juga mencari donatur ke depannya untuk memenuhi kebutuhan Leila,” ujar salah seorang relawan di Gaza. Senyum gadis itu lebar saat sang relawan memberikan bingkisan untuk Leila.

Seperti Leila, Khaled* juga menyambut idulfitri kali ini dengan sukacita. Ia akan menyapa saudara-saudaranya, merasakan suasana gembira Ramadan, tidak lupa silaturahim dengan handai taulan. Kondisi fisik tidak membatasinya untuk ikut merasakan suasana lebaran.

Khaled memang hanya mampu berjalan jika kedua tongkat menyangga tubuhya. Pasalnya Khaled kini hidup hanya dengan satu kaki, yakni kaki kanannya saja. Sementara kaki kirinya hanya sebatas sampai di lutut saja.


“Kami sangat berterima kasih kepada lembaga ACT dan bangsa Indonesia yang telah menyalurkan zakat fitrahnya untuk kami, bangsa Palestina. Semoga kalian semua berada dalam kebaikan Allah SWT,” ujar Khaled, ketika menerima zakat fitrah dari Global Zakat-ACT.

Tidak hanya Khaled, ratusan keluarga penyandang disabilitas lain di Gaza menerima zakat fitrah dari masyarakat Indonesia, berbentuk bantuan tunai pada Jumat (31/5) lalu.

“Kita targetkan sebanyak dua ratus keluarga penyandang disabilitas sebagai penerima zakat fitrah dari para dermawan di Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya zakat fitrah ini, mereka dapat menyambut idulfitri kali ini dengan sukacita,” ujar Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Jumlah penyandang disabilitas di Palestina terus meningkat. Kantor berita Palestina, WAFA, menurunkan laporan pada 2018 bahwa selama 10 tahun angka disabilitas meningkat tajam semenjak 2007 hingga 2017, dari 3.7% hingga meningkat sampai 6.8%.

Hal tersebut ditengarai akibat blokade ketat Israel sejak tahun 2007 melalui tiga perang dari Israel yang menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka serta puluhan ribu rumah hancur. Selain itu, banyak yang menderita luka juga mengalami cacat permanen, berdasarkan laporan dari rumah sakit. []

*bukan nama sebenarnya

Bagikan