Membangkitkan Usaha Mamuy yang Redup Karena Pandemi

Pandemi benar-benar dirasakan dampaknya oleh Mulyani, warga Bubulak, Bogor. Usahanya harus gulung tikar, begitu juga sang suami yang di-PHK, dan anak yang mengalami lumpuh otak berhenti terapinya.

gerobak wakaf
Serah terima gerobak dari program Wakaf Usaha Produktif untuk Mamuy, warga Bubulak, Bogor. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR Mulyani, atau lebih dikenal dengan Mamuy akhirnya bisa bernapas lega. Jumat (10/9/2021), Global Wakaf-ACT bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia menyerahkan unit gerobak dagang sebagai modal berjualan. Dengan bantuan ini, perempuan yang tinggal di Bubulak, Bogor tersebut bisa kembali melanjutkan usaha skala kecilnya yang sempat terhenti akibat tak ada modal dampak pandemi.

Mamuy sebelumnya mengontrak tempat dagang. Sayang, pandemi membawa kerugian bagi usaha Mamuy. Ia tak sanggup membayar sewa tempat dagang. Sempat beralih membuka usaha di rumah kontrakan, tak membuat usaha Mamuy mengalami kemajuan karena lokasi yang berada di dalam gang dan tak strategis.

“Sepi sekali (pembeli) karena saya mengontrak di dalam gang. Sering juga enggak laku. Kalau mau jualan di pinggir jalan pun enggak bisa,” ungkap Mamuy.

Di tengah kondisi jualan Mamuy yang merosot, sang suami juga harus merasakan PHK dari tempatnya bekerja, dan kini hasil memancing di Situ Gede yang jaraknya 3 kilometer dari tempat tinggal menjadi andalan pemasukan. Belum lagi anak Mamuy yang mengalami lumpuh otak. Kondisi ekonomi orang tua yang kurang mendukung membuat terapinya terhenti.

Untuk itu, dengan adanya gerobak dagang, ACT berharap Mamuy dan keluarganya bisa memperbaiki kondisi ekonomi. Dukungan modal usaha pun diberikan. Lurah Bubulak, Bogor, Muhidin yang menyerahkan secara simbolis bantuan dari Global Wakaf-ACT pun mengucapkan terima kasih atas dukungan untuk warganya.

“Semoga selalu berkah dan dapat terus membersamai UMKM, khususnya di Bogor untuk bangkit,” ujar Muhidin.[]