Membangun Fasilitas Air Bersih untuk Warga Bakung

Satu unit Sumur Wakaf diresmikan di Kelurahan Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung pada Rabu (12/2) lalu. Sumur Wakaf ini diharapkan dapat menuntaskan masalah akses air yang sulit dan kurang layak untuk warga Bakung yang tinggal dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah.

Membangun Fasilitas Air Bersih untuk Warga Bakung' photo
Peresmian Sumur Wakaf oleh perwakilan aparat setempat, Global Wakaf-ACT, dan wakif. (ACTNews/Hermawan Wahyu Saputra)

ACTNews, BANDAR LAMPUNG – Tangis haru wakif mewarnai serah terima Sumur Wakaf yang diinisiasi Global Wakaf – ACT, kepada camat Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, selaku perwakilan masyarakat. Selain dihadiri oleh aparat setempat, serah terima Sumur Wakaf untuk Kelurahan Bakung pada Rabu (12/02) itu disaksikan juga oleh warga sekitar.

Sumur sedalam 45 meter yang dibangun sejak beberapa pekan lalu telah mengeluarkan air bersih secara normal. Mengalir dari tiga kran yang sudah disiapkan, warga tampak antusias menampung air menggunakan ember. Bangunan bercat hijau-oranye tersebut juga dilengkapi sarana MCK untuk digunakan warga sekitar.

Kepala Program Global Wakaf - ACT Lampung Regina Locita Pratiwi sangat bersyukur bisa merampungkan pembangunan sumur wakaf ke 408 di Kelurahan Bakung tersebut. Melihat dari kondisi sosial dan ekonomi warga setempat sangat layak mendapatkan bantuan fasilitas air bersih dan MCK. Selain lokasinya sangat dekat dengan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Bakung.

Masih banyak daerah lain yang membutuhkan fasilitas air bersih dan MCK. Untuk itu, Regina berharap akan banyak dermawan yang segera membantu pembangunan fasilitas air bersih. Hal ini karena kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Harapanya masyarakat dapat melanjutkan kehidupan yang lebih baik.


Warga mengambil air dari Sumur Wakaf setelah peresmian. (ACTNews/Hermawan Wahyu Saputra)

“Bersyukur sekali bisa merampungkan pembangunan Sumur Wakaf ini. Senang juga melihat warga yang sangat bahagia bisa mengambil air dengan jarak sangat dekat. Jadi warga tidak perlu mengeluarkan tenaga banyak dan bisa hemat waktu,” ucap Regina.

Idham Basyar S. selaku Camat Teluk Betung Barat membenarkan bahwa warga Kelurahan Bakung sangt membutuhkan fasilitas air bersih dan MCK. Sebagai perwakilan masyarakat, dirinya sangat bersyukur dengan hadirnya Sumur Wakaf. Ia juga meminta warga untuk menjaga dan memaksimalkan pemanfaatan Sumur Wakaf. Mengingat wakif telah meniatkan amal ibadah untuk orang tuanya yang sudah meninggal dunia.


“Mudah-mudahan amal beliau terus mengalir seperti mengalirnya air. Untuk itu, saya berpesan tolong dirawat, dijaga dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan warga masyarakat. Terima kasih untuk ACT Lampung, ini sudah yang kesekian kali membantu warga Bakung,” ucap Idham. September 2019, ACT memang juga menghadirkan Bengkel Gizi Terpadu dan membagikan paket pangan pada Ramadan di tahun yang sama.

Edi Sabara (50), warga Teluk Bakung, mengatakan, masyarakat setempat selalu kesulitan dalam mengkonsumsi air bersih. Pengambilan air bersih sangat jauh, sekitar 1-2 kilometer di sumur publik dan nyala mesin air hanya dibatasi setiap dua jam sekali. Sedangkan warga telah berupaya membuat sumur gali namun terkendala dengan bebatuan.

Kini warga tak lagi bersusah payah mengambil air maupun membeli air bersih. Lokasi pembangunan Sumur Wakaf juga telah direncanakan untuk dilengkapi dengan pembangunan musala ke depannya.

 

Bagikan