Membangun Kembali Usaha Nenek Siti

Membangun Kembali Usaha Nenek Siti

Membangun Kembali Usaha Nenek Siti' photo

ACTNews, BATAM – Kebakaran melahap pemukiman warga Kampung Selayang, Kelurahan Muka Kuning, Sungai Beduk, Batam di Kepulauan Riau, Senin (18/3) sore lalu. Kebakaran ini menghanguskan dua rumah semi permanien serta mengakibatkan kepanikan warga sekitar sore itu. Akses jalan yang tidak memungkinkan membuat warga terpaksa berjibaku memadamkan api tanpa bantuan mobil pemadam kebakaran. Api dapat dipadamkan setelah setengah jam kemudian.

Tak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Akan tetapi, warga yang menjadi korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Lenna (66), atau sering disapa Nenek Siti oleh warga sekitar, menjadi salah satu korban. Rumah serta barang di dalamnya terbakar, termasuk modal dagangan Nenek Siti.

Nenek kelahiran Palembang ini hidup sebatang kara di Batam. Tak ada sanak-saudara. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia berdagang gorengan yang dijual di sekitar pabrik di area industri Batamindo. Namun, kini semua modal serta tabungannya selama bertahun-tahun lenyap termakan api.

Senin (15/4), tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepulauan Riau mengunjungi Nenek Siti, yang kini tinggal di rumah yang disediakan oleh warga sekitar. Melalui Program Mobile Social Rescue, tim menyalurkan bantuan berupa modal dagang sekaligus mengajak Nenek Siti mencari bahan untuk berjualan. “Bantuan modal usaha ini untuk bantu dagangan Nenek Siti. Insya Allah akan ada pendampingan juga untuk ke depannya,” jelas Intan Komalasari dari tim MSR-ACT, Rabu (17/4).

Sebelumnya, kebakaran yang menghanguskan rumah Nenek Siti dan satu rumah lain di sebelahnya terjadi pada pertengahan Maret lalu. Kebakaran petama akli diketahui oleh Swarti, seorang guru mengaji yang kebetulan lewat di lokasi kejadian. Tim ACT segera mendatangi lokasi kejadian sesaat mendapatkan informasi kebakaran tersebut.

Di sana, tim ACT melakukan pemadaman serta asesmen guna memantau dua rumah yang dihuni dua kepala keluarga yang terbakar. Pada Selasa (19/3), bantuan kemanusiaan langsung disalurkan. Kebutuhan mendasar seperti pakaian layak pakai, sembako serta air mineral didistribusikan. “Saat itu untuk sementara dua kepala keluarga menumpang di kediaman tetangga mereka untuk mengungsi,” tambah Intan. []

Bagikan