Membangun Pesantren Peradaban, Memberdayakan Warga Sekitar

Melalui pembangunan Pesantren Peradaban, Global Wakaf - ACT ikut memberdayakan warga sekitar Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Banyak pekerja konstruksi yang akhirnya mendapatkan rezeki mereka dari adanya pembangunan ini.

Membangun Pesantren Peradaban, Memberdayakan Warga Sekitar' photo
Sejumlah pekerja sedang meratakan tanah untuk jalan mobil. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, TASIKMALAYA – Hujan deras mengguyur Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya sudah hampir setengah hari. Namun beberapa pekerja bangunan di Pesantren Peradaban tidak lantas berhenti bekerja. Mereka yang sebelumnya bekerja mengerjakan beton di lapangan dan mengaduk semen, kemudian beralih meratakan jalan menurun yang digunakan kendaraan untuk turun ke lokasi pembangunan.

“Kalau hujan seperti ini jadi hambatan memang untuk membangun. Tapi kita bisa meratakan jalan agar mobil-mobil yang membawa bahan bangunan nantinya tidak terlalu licin sampai di bawah sini,” kata Karna (61) yang biasa mengkoordinasi para pekerja pada Kamis (18/6) lalu.

Saat ini sudah ada 36 pekerja yang membangun Pesantren Peradaban dari Global Wakaf – ACT. Para pekerja sebagian besar berasal dari Desa Cintabodas sendiri, dan sisanya adalah pekerja dari tempat lainnya yang memang sudah terbiasa bekerja di proyek konstruksi.

“Tadinya memang mencari yang sudah terbiasa bekerja di proyek konstruksi. Semakin ke sini, kita juga menampung orang yang memang membutuhkan pekerjaan. Kita suruh bekerja dahulu dan kita lihat bagaimana cara dia bekerja. Diutamakan di mana pun, kita mengambil orang sekitar,” ujar Karna.


Salah seorang pekerja sedang membersihkan sisa-sisa pasir dari bangunan setelah hujan. (ACTNews/Reza Mardhani)

Karman (63) adalah salah satu masyarakat yang terberdayakan dengan adanya pembangunan Pesantren Peradaban ini. Sebelumnya ia bekerja serabutan, baik sebagai buruh bangunan maupun buruh tani. Dengan adanya pembangunan pesantren tersebut, ia jadi memiliki tambahan untuk penghasilan sehari-harinya.

“Buruh saja biasanya, kalau di bangunan itu biasanya orang pribadi. Waktu itu ke sini (pembangunan) diajak oleh keponakan saya. Alhamdulillah, bukan hanya saya pribadi, orang-orang yang menganggur sekarang juga sudah tak menganggur,” jelas Karman.

Selain itu ia juga mendapatkan tambahan berupa sembako dari Global Wakaf – ACT, sebagai bentuk apresiasi. “Ditambah lagi setiap bulan diberikan sembako atau beras. Macam-macam pokoknya lah (yang diberikan),” kata Karman.


Global Wakaf – ACT membangun sebuah sekolah yang bernama Pesantren Peradaban di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Peradaban nantinya hadir untuk membantu anak-anak sekitar memperoleh pendidikan.

“Saat ini masih dalam proses awal pembangunan dan insyaallah, kita rencanakan akan mulai beraktivitas pada bulan Juli tahun 2021 nanti. Sekolah akan menampung siswa dan siswi SMA sederajat,” kata Wahyu Novyan selaku Direktur Program ACT saat peninjauan lokasi sekolah.

Selain sarana pendidikan, Pesantren Peradaban nantinya juga akan dilengkapi dengan asrama khusus putra dan putri. Para santri sendiri tidak akan dikenakan biaya selama menempuh pendidikan di Pesantren Peradaban. Para santri yang belajar di Pesantren Peradaban, nantinya tidak akan dipungut biaya alias gratis. []

Bagikan