Membangun Rumah Layak untuk Saini yang Tinggal Sebatang Kara

Rumah Saini roboh saat hujan dan angin kencang menerjang Malang akhir November lalu. Kini, ACT membangun kembali kediaman nenek usia 99 tahun itu.

Membangun Rumah Layak untuk Saini yang Tinggal Sebatang Kara' photo
ACT membangun rumah layak untuk Saini, nenek sebatang kara yang sempat tertimpa daun pintu rumahnya akibat angin kencang pada Rabu (27/11). (ACTNews/Saiful Anam)

ACTNews, MALANG – Hujan lebat diiringi angin kencang merusak rumah Saini (99) yang ada di Jalan Joyo Pranoto, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Malang, pada Rabu (27/11) lalu. Nenek yang tinggal sebatang kara ini sempat tertimpa daun pintu rumahnya. Akibatnya, bagian punggungnya sempat mengalami cedera.

Rumah Saini sebelumnya memang sudah tak layak huni. Beberapa bagian bangunan telah mengalami kelapukan akibat termakan usia. Akibatnya, saat hujan disertai angin kencang, rumah tak mampu bertahan. “Saat mengetahui Nenek Saini juga menjadi korban tertimpa rumahnya, tim Aksi Cepat Tanggap segera ke lokasi dan membawa Saini ke rumah sakit,” jelas Iqrok Wahyu Perdana dari Tim Program ACT Malang, Selasa (3/12).


Kini, setelah keadaan Saini mulai membaik, ACT membangun kembali tempat tinggal Saini. Pengerjaan telah selesai pada Selasa (3/12) lalu. Pengerjaan dilakukan secara cepat karena Saini tak memiliki tempat tinggal dan tak memiliki sanak saudara.

Iqrok menambahkan, selain memberikan pertolongan medis serta pembangunan kembali rumah, ACT juga akan memenuhi kebutuhan sehari-hari Saini. “ACT akan terus mendampingi sampai Nenek Saini pulih seperti semula,” jelasnya.

Sebelumnya, hujan lebat diiringi angin kencang melanda Malang Raya. Sejumlah pohon tumbang serta bangunan rumah dilaporkan banyak yang roboh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini merupakan peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. []


Bagikan