Membangun Sumur Wakaf Keluarga untuk Sukoh

Sanitasi keluarga prasejahtera di Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya masih memprihatinkan. Termasuk keluarga Sukoh (53), seorang perempuan paruh baya yang kini hidup sebatang kara warga Kelurahan Kersanegara yang belum memiliki MCK layak.

Sukoh (53) yang tinggal seorang diri dan kini berusaha memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
Sukoh (53) warga Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya . (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Masih sedikit warga Kelurahan Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, yang memiliki MCK. Tim Program Global Wakaf-ACT Fauzi Ridwan menjelaskan, masyarakat yang tidak memiliki sumur dan MCK menumpang dari sumur warga yang ada.

Salah satunya adalah Sukoh (53). Perempuan paruh baya itu tidak memiliki MCK yang yang memadai. Sementara, membangun sumur bukanlah pilihan, sebab perlu mengeluarkan biaya yang cukup banyak.

“Ia yang sehari-hari hanya menjual serabi pun berusaha memenuhi kebutuhan. Sehingga seperti warga prasejahtera lainnya, Sukoh juga memanfaatkan sumber air yang bisa ia dapat di sekitar rumah, bahkan sekalipun itu dari empang,” kata Fauzi.


Sukoh sedang memanfaatkan Sumur Wakaf Keluarga yang baru saja rampung di rumahnya. (ACTNews)

Cerita Sukoh pun sampai kepada Tim Global Wakaf – ACT Tasikmalaya. Tim pun melakukan asesmen dan membangun satu unit Sumur Wakaf Keluarga di rumahnya pada tahun 2020 lalu. 

Sumur Wakaf Keluarga ini tidak hanya dimanfaatkan untuk Sukoh sendiri, tetapi juga dimanfaatkan sejumlah tetangga di sekitar rumahnya juga. Sukoh pun bersyukur dengan kehadiran Sumur Wakaf Keluarga di rumahnya. Ia tidak perlu repot mencari sumber air bersih atau pun menumpang di MCK tetangga.


Hatur nuhun, Global Wakaf-ACT dan wakif yang sudah memberikan bantuan kepada saya. Semoga yang dilakukan semuanya dibalas oleh Allah SWT,” doa Sukoh.[]