Membangun Tempat Bernaung bagi Sanemi yang Hidup Sebatang Kara

Bertahun-tahun Sanemi menempati rumah tak layak huni yang minim fasilitas dan penerangan saat malam. Namun, pada Oktober ini hal itu tak lagi lansia tersebut rasakan. Rumah baru untuk Sanemi telah terbangun lengkap dengan peralatan rumah tangga, hasil kedermawanan masyarakat.

Raut bahagia Sanemi saat diminta berfoto di depan rumah barunya. Ia merupakan lansia yang mendapatkan rumah baru dari ACT. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Akhir Juli lalu, sepulang mengantarkan paket pangan bagi guru dan murid di Blok Cipandawa, kampung baru yang menjadi tempat relokasi warga Cileuksa, Kabupaten Bogor yang terdampak bencana longsor awal tahun ini, ACTNews singgah ke kediaman Sanemi. Sanemi merupakan lansia yang tinggal sendirian di rumah tak layak huni di Kampung Kembang Kuning, Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Perkampungan itu berbukit, dan Sanemi tinggal di bagian yang cukup atas. Hari itu, hujan baru saja mengguyur, membuat gang sempit nan curam menuju rumah Sanemi agak licin.

Sanemi merupakan salah satu lansia yang mendapatkan pendampingan dari tim Masyarakat Relawan Indonesia dan ACT Bogor. Hal ini mengingat kondisinya yang memprihatinkan. Rumah yang didiami Sanemi berbentuk panggung dengan kayu-kayu penopang yang telah rapuh termakan usia dan suhu udara yang berubah-ubah. Ia tinggal di rumah itu sendirian. Hanya ada satu sumber penerang saat malam tiba, yaitu lampu ber-watt rendah dan itu pun sumber listriknya berasal dari tetangga.

Bilik bambu jadi dinding rumah Sanemi. Di bagian dapur hanya tersedia tungku dengan bahan bakar kayu untuk memasak. Terdapat satu kamar yang jadi tempat Sanemi melewati malam di tengah kegelapan. Sedangkan tak ada kamar mandi dan sumber air. Untuk kebutuhan MCK, Sanemi harus menumpang ke kamar mandi tetangganya. Sementara air bersih ia dapatkan dari sungai atau air hujan yang ia tampung.

Sepi dan gelap seakan menjadi teman lansia ini setiap harinya. Saat malam dan hujan, dingin dengan mudah masuk lewat dari celah bilah bambu yang menjadi dinding atau genting yang tak rapat. Tak ada barang-barang mewah di rumah yang ditempati Sanemi, bahkan televisi atau radio sebagai hiburan pun tak ada.

Kini lebih dari dua bulan berlalu sejak ACTNews pertama kali singgah ke tempat tinggal Sanemi, kabar baik pun tiba. Sanemi kini telah menempati rumah baru yang dibangun oleh ACT. Lebih kurang dua pekan proses pembangunan, dan pada Kamis (1/10) kemarin, rumah tersebut resmi ditempati Sanemi. Raut bahagia terpancar dari wajah lansia yang tak memiliki keluarga itu. Terlebih, rumah tersebut juga dilengkapi dengan peralatan rumah tangga.

“Terima kasih banget, kayak mimpi. Emak hidup sendiri, enggak ada keluarga sama saudara, enggak punya apa-apa. Tiba-tiba ACT datang, relawan ngajak foto-foto, ngobrol, kayak keluarga sendiri, ternyata sekarang dibuatin rumah baru,” ungkap Sanemi, Kamis kemarin.

Kehadiran rumah baru untuk Sanemi merupakan hasil dari penggalangan dana melalui laman Indonesia Dermawan. Tercatat terdapat 335 dermawan dengan total sedekah yang dikumpulkan mencapai lebih dari Rp19,5 juta. Khisnul Khasanah dari Tim Program ACT Bogor mengatakan, rumah untuk Sanemi merupakan rumah baru, bukan renovasi. Hal tersebut karena kondisi rumah lamanya tak memungkinkan hanya untuk direnovasi. “Pembangunan rumah untuk Nenek Sanemi ini dimulai dari nol. Semua dana berasal dari kedermawanan masyarakat yang disalurkan melalui Indonesia Dermawan,” jelas Khisnul.

Pendampingan ke lansia yang dilakukan ACT bukan hanya ke Sanemi saja, melainkan masih banyak lansia lain yang hingga kini terus mendapatkan pendampingan. Setiap orang yang ingin terlibat dalam aksi kebaikan ini pun sangat terbuka luas. ACT telah menghadirkan laman Indonesia Dermawan sebagai sarana kebaikan. Nantinya dana yang terkumpul akan diimplementasikan untuk hal-hal baik.[]