Membantu Sukiyah, Ardian: Saya Ingin Memanusiakan Manusia

Puluhan tahun lamanya Sukiyah (50) hidup menyendiri dengan keadaan buta dan lumpuh. Rambutnya bahkan menjuntai hingga 1,5 meter karena tidak pernah digunting. Warga mengaku takut karena penampilannya yang seram. Namun, Ardian menghiraukan keadaan itu dan berupaya membantu merawat Sukiyah agar lebih baik.

Membantu Sukiyah, Ardian: Saya Ingin Memanusiakan Manusia' photo
Ardian bersama Sukiyah setelah menggunting rambutnya. (ACTNews)

ACTNews, SEMARANG - Sukiyah duduk terdiam di rumah papan beralas tikar. Rambut hitamnya menjuntai sepanjang sekitar 1,5 meter, menutupi wajah Sukiyah. Lebih dari 27 tahun, rambut wanita berusia 50 tahunan ini tak pernah digunting atau bahkan dicuci. Saking kotornya, rambut tersebut menjadi sarang bangkai tikus dan hewan kecil lainnya.

Keadaan Sukiyah yang memprihatinkan tersebut diceritakan oleh Ardian Kurniawan Santoso dari Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Salatiga. Ia bertemu Sukiyah pada Rabu (22/1) di kediaman Sukiyah di Dusun Karang Ombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

“Tanpa sengaja ada salah satu teman relawan bercerita tentang sosok yang menurut dia menyeramkan. Wanita itu memiliki rambut sepanjang 1,5 meter, tinggal sendiri di rumah dan ia tidak terurus. Kondisi jiwanya terganggu dan tidak ada yang berani mendekati wanita itu karena dia suka mengamuk jika didekati. Akhirnya saya penasaran dengan sosok wanita itu dan teman saya bersedia mengantar ke tempat Bu Sukiyah,” ungkap Ardian, Sabtu (25/1).

Sejak usia lima tahun, Sukiyah mengalami kebutaan dan lumpuh. Menginjak usia 10 tahun, ia menderita gangguan kejiwaan. Ia memilih mengurung diri dan tidak berinteraksi sosial dengan warga sekitar. Saat rambut kepala Sukiyah terus tumbuh memanjang, warga sekitar acap kali berupaya untuk mengguntingnya. Namun, Sukiyah kerap berteriak dan mengamuk.

Saat mengunjungi Sukiyah, terbesit kekhawatiran pada diri Ardian. Ia yang kala itu berikhtiar membujuk Sukiyah untuk menggunting rambutnya dan membersihkan diri, sempat pesimis upayanya akan berhasil. Pasalnya, warga sekitar belum bisa membujuk Sukiyah selama puluhan tahun.

“Waktu mendatangi Bu Sukiyah, jantung saya berdebar kencang. Saat saya dekati, saya kira ia akan mengamuk. Justru sebaliknya, dia memegang erat tangan saya dan mengajak berbincang. Kami mengobrol lama dan perlahan saya bujuk beliau agar mau mandi, berganti pakaian, dan potong rambut. Alhamdulillah beliau bersedia, tapi harus saya yang melakukannya. Malah beliau minta dibelikan susu,” kisah Ardian. Ia masih tak menyangka bahwa Sukiyah mau menuruti nasihatnya.

Setelah mencoba selama setengah jam, rambut Sukiyah akhirnya berhasil digunting pendek. Nampak wajah Sukiyah yang telah keriput. Sukiyah lantas dibawa ke dinas sosial terdekat untuk dibantu membersihkan diri. Kini penampilan Sukiyah jauh lebih terawat. 

Tidak hanya itu, komunikasi Sukiyah juga lebih baik. Ia sesekali bercanda dengan Ardian yang telah mau mengajaknya berbicara.

Diakui Ardian, pengalaman membantu Sukiyah adalah yang paling menggetarkan hatinya selama menjadi relawan sejak 2017. Ikhtiarnya untuk membantu Sukiyah semata-mata karena nilai kemanusiaan. "Bagaimana bisa kita membiarkan seorang manusia dalam keadaan seperti itu. Kita semua harus memanusiakan manusia apapun keadaannya," pungkas Ardian. []

Bagikan