Membawa Nikmat Kurban ke Negara Rentan Kekeringan, Etiopia

Kekeringan yang membawa dampak buruk kerap terjadi di Etiopia, kerawanan pangan misalnya. Sejak 2018 lalu, negara di Afrika Timur itu mendapatkan distribusi hewan kurban dari Global Qurban - ACT.

Pendistribusian daging kurban dari Global Qurban - ACT untuk penduduk Etiopia. (ACTNews)

ACTNews, KERSA DULA – Etiopia menjadi salah satu negara kering di Afrika yang banyak ditemukan kasus kelaparan. Pasalnya, rendahnya curah hujan membuat negara tersebut rentan kekeringan. Dalam catatan, kekeringan yang melanda Etiopia pernah membawa ancaman kelaparan bagi 7 juta warga pada tahun 2017 lalu.

Berselang setahun kemudian, pada kesempatan Hari Raya Iduladha tahun 2018, Global Qurban - ACT mengirimkan hewan kurban yang ke Etiopia. Aksi kebaikan ini terus berlanjut hingga Iduladha tahun 2019. Pendistribusian hewan kurban di Etiopia menjadi salah satu langkah Global Qurban - ACT untuk mengurangi dampak kelaparan, khususnya bagi komunitas muslim yang tinggal di sana. Pendistribusian kurban dilakukan di Kersa Dula dengan 100 keluarga penerima manfaat.

Menurut Abdulkadir Mah dari tim Global Qurban - ACT yang berada di Etiopia, kekeringan yang kerap berulang membuat penduduk terdampak harus mengungsi ke wilayah lain. Mereka pun mengalami gagal panen serta hewan ternak yang juga mati karena minimnya sumber air dan pakan. “Di Etiopia juga terjadi konflik antaretnis yang sangat merugikan,” ungkap Abdul pada Agustus 2019 lalu.

Di Etiopia, dampak kekeringan serta konflik paling dirasakan oleh penduduk kelompok anak-anak dan perempuan. Abdul menambahkan, sebagian besar anak-anak di Kersa Dula mengalami kekurangan gizi. Perempuan di sana pun rentan menjadi korban konflik. Maka dari itu, perlu adanya bantuan untuk ketahanan pangan serta perlindungan untuk mencegah konflik berkepanjangan.

Iduladha tahun 2020, Global Qurban - ACT akan kembali menjangkau Etiopia dan sekitarnya. Pendistribusian ini tak lepas dari kondisi sumber daya yang krisis serta konflik yang rentan terjadi dan mengancam penduduk di sana.[]