Memberdayakan Petani Gaza dengan Wakaf Modal Pertanian

Sebagai upaya pemberdayaan petani di Gaza, ACT memberikan bantuan modal untuk mengembangkan ACT memberikan bibit pohon zaitun, pupuk, membantu membajak lahan, hingga mempersiapkan saluran irigasi.

act bantu petani palestina
Tim ACT membersihkan lahan petani Gaza yang akan ditanami berbagai tanaman. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Menjadi petani di Gaza, Palestina, bukan perkara mudah. Selain sering mendapat penindasan dari warga maupun angkatan bersenjata Israel, lahan para petani juga sering kali menjadi target perusakan. Belum lagi pihak Israel beberapa kali membuat kebijakan yang memberatkan para petani Gaza.

Tidak berhenti sampai di situ, blokade di Gaza juga membuat para petani kesulitan mendapatkan cukup air untuk mengairi lahan. Imbasnya, banyak tanaman yang mati dan membuat para petani merugi.

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, para petani pun sering kali tidak bisa mulai siklus bertaninya lagi. “Atas dasar ini, ACT berikhtiar membantu para petani Gaza. Amanah dermawan kami salurkan menjadi modal pertanian,” kata Firdaus, Selasa (7/9/2021).

Target penerima bantuan ini adalah petani prasejahtera yang memiliki lahan namun tidak memiliki modal untuk untuk membeli bibit, pupuk, dan peralatan bertani. Firdaus mengatakan, para petani juga diberikan bibit pohon zaitun dan pohon jeruk. “Bantuan ini sesuai dengan rekomendasi Kementerian Pertanian Palestina," ujar Firdaus.

ACT juga membantu para petani mengolah lahannya di masa penanaman. Mulai dari membantu penyediaan mesin pembajak hingga sistem irigasi. Ini bukan pertama kali bantuan pertanian diberikan ACT. Beberapa waktu sebelumnya, ACT juga memberi bantuan modal usaha kepada petani.[]