Membersamai Rizkya Bayi dengan Penyakit Komplikasi

Rizkya menderita komplikasi penyakit, pneumonia, gizi buruk, hingga HIV/AIDS.

Membersamai Rizkya Sembuh dari Pneumonia dan Gizi Buruk
Rizkya Ananda Putri sedang digendong ibu angkatnya, Mulyani. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, DEPOK – Rizkya Ananda Putri adalah seorang bayi perempuan yang belum genap dua tahun. Perkembangan Rizkya tidak seperti bayi seusianya. Ia menderita komplikasi penyakit, yakni pneumonia, gizi buruk, dan HIV/AIDS.

Bayi perempuan itu hidup bersama orang tua angkatnya, Muhammad Syafeih (41) dan Mulyani (39), di rumah sederhana di Kecamatan Bojongsari, Kelurahan Bojongsari Baru, Kota Depok, Jawa Barat. Ibu kandung Rizkya telah meninggal dunia sejak Rizkya berumur tiga bulan dan ayah kandungnya sudah menitipkan penuh kepada Syafeih dan Mulyani.

Mulyani menuturkan, kondisi Rizkya saat lahir sama seperti bayi normal lainnya. Namun, saat menginjak usia tiga bulan, berat badannya turun drastis menjadi begitu kurus hingga terlihat jelas tulang di badannya.

“Waktu lahir Rizkya itu normal dan gemuk Mas. Orang tua kandungnya itu dulu adalah tetangga di sini, mereka itu menikah muda secara siri dan sudah enggak sanggup mengurus anak ini,” ungkap Mulyani kepada ACTNews, Kamis (4/11/2021).


Perwakilan Humanity Medical Services ACT Melza saat memberikan bantuan susu, popok, dan sembako kepada keluarga angkat Rizkya, Kamis (4/11/2021).  (ACTNews/Ichsan Ali)

Syafeih dan Mulyani sudah menganggap Rizkya seperti anak kandung sendiri. Keduanya selalu sabar dan ikhlas mendampingi Rizkya melewati berbagai macam penyakit, walaupun kondisi ekonomi keluarga serba terbatas.

“Kami punya anak dua, semuanya laki-laki. Rizkya ini seperti malaikat kecil bagi kami karena kami bisa punya anak perempuan. Alhamdulillah kami bener-benar bersyukur,” tutur Syafeih.

Ia menerangkan, kehadiran Rizkya seperti anugerah yang tidak ternilai harganya. Ia pun memutuskan untuk memasukkan nama Rizkya ke dalam kartu keluarga agar bisa mendapat identitas yang jelas dan terdaftar di catatan sipil.

“Saya sama istri terus berjuang agar Rizkya bisa sembuh dan dapat pengobatan terbaik Mas. Walaupun saya sekarang sudah enggak kerja tetap, ya cuma serabutan aja tunggu ada panggilan jadi sopir,” jelas Syafeih.

Mendengar cerita Rizkya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Humanity Medical Services berikhtiar memberikan bantuan pendampingan pengobatan dan pemantauan gizi. 

“Alhamdulillah hari ini kami bisa mengunjungi rumah Rizkya untuk memberikan bantuan susu, popok, dan sembako. Selain itu, kami juga akan terus mendampingi pengobatan Rizkya di rumah sakit. Insyaallah ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, kami mohon doa dan bantuan dari Sahabat Dermawan untuk kesembuhan Rizkya,” jelas perwakilan Humanity Medical Services Melza.[]