Membiasakan Hidup Bersih dengan Sumur Wakaf Keluarga

Tak sedikit masyarakat yang hingga kini masih belum memiliki kamar mandi atau sumur pribadi di rumahnya. Keadaan ekonomi yang tak memungkinkan memaksa mereka mengandalkan sungai sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan air. Namun, pola hidup ini harus segera diubah untuk menjaga kebersihan tiap-tiap keluarga.

Membiasakan Hidup Bersih dengan Sumur Wakaf Keluarga' photo

ACTNews, PANDEGLANG Sumur Wakaf dari Global Wakaf akan kembali dibangun di Kabupaten Padeglang. Kali ini, Sumur Wakaf yang dibangun dikhususkan untuk keluarga-keluarga di Desa Kadugadung dan Kaducekek, Kecamatan Cipeucang yang saat ini sedang mengalami kekeringan akibat kemarau yang telah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Eka Setiawati dari tim Global Wakaf mengatakan, Sumur Wakaf Keluarga di Kadugadung ini merupakan sumur pertama yang dibangun untuk satu keluarga. Per sumur nantinya akan dapat dimanfaatkan untuk satu keluarga prasejahtera.

“Tujuan utama kami untuk mengubah pola hidup masyarakat yang tadinya menggunakan tempat umum seperti sungai untuk mandi, mencuci, dan aktivitas lainnya yang menggunakan air. Dengan adanya Sumur Wakaf Keluarga ini akan membuat pola kebersihan tiap keluarga berubah lebih baik lagi,” jelas Eka, Rabu (31/7).

Penggalian sumur dimulai pada Rabu (31/7) ini. Sebanyak 10 sumur tahap pertama akan dibangun untuk 10 rumah di Desa Kadugadung. Proses pengerjaan maksimal akan selesai dalam beberapa pekan mendatang. Mereka yang mendapatkan Sumur Wakaf Keluarga ini merupakan rumah yang dihuni masyarakat dengan kondisi ekonomi prasejahtera. Mereka belum memiliki kamar mandi dan sumur karena faktor ekonomi.


Tim Global Wakaf sedang melakukan asesmen ke Desa Kadugadung, Pandeglang, Banten. 

Nantinya, setelah sumur selesai digali dan mengeluarkan air, perawatan sumur serta perangkatnya akan dilakukan oleh masing-masing keluarga. Eka mengharapkan, dengan adanya sumur ini, kehidupan keluarga yang sebelumnya melakukan berbagai aktivitas di sungai, kini beralih ke kamar mandi pribadi dengan sumber air dari Sumur Wakaf Keluarga.

Perlu diketahui, warga Desa Kadugadung hingga saat ini masih jarang yang memiliki sumur dan kamar mandi pribadi di rumah masing-masing. Mereka memanfaatkan sungai sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan air. Warga banyak yang membaur di sungai untuk melakukan beragam aktivitas.

Selain itu, saat ini Kadugadung sedang mengalami kekeringan akibat kemarau yang melanda sejak beberapa bulan lalu. Masyarakatnya kini makin sulit mendapatkan sumber air. Jaja dari tim Masyarakat Relawan Indonesia Banten (MRI) mengatakan, di musim kering seperti sekarang ini, warga masih memanfaatkan sungai sebagai sumber air. Namun di samping itu, mereka juga mengandalkan air dari sumur milik tetangga yang masih mengeluarkan air. “Sumber air makin sulit sekarang ini” jelas Jaja, Rabu (31/7). []