Memenuhi Kebutuhan Air Para Calon Tahfiz di Kediri

Untuk memenuhi kebutuhan air para santri, biasanya Rumah Quran Tashdiq di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kediri, mengandalkan air yang dialirkan dari rumah warga terdekat. Namun seiring berkembangnya rumah Alquran tersebut, kebutuhan air jadi meningkat. Global Wakaf - ACT membantu memenuhi kebutuhan air bersih tersebut lewat Sumur Wakaf.

Memenuhi Kebutuhan Air Para Calon Tahfiz di Kediri' photo
Beberapa santri sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf yang baru saja selesai dibangun. (ACTNews)

ACTNews, KEDIRI – Dengan penduduk sekitar 3 ribu jiwa, lembaga pendidikan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kediri, masih bisa dihitung dengan jari. Ada beberapa lembaga pendidikan yang menaungi anak-anak masyarakat di desa ini.

Fasilitas pendidikan yang ada di Desa Tambakrejo yaitu satu rumah Alquran, dua taman kanak-kanak, dan satu sekolah dasar negeri serta satu madrasah ibtidaiyah. Sedangkan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas atau sejenisnya tidak ada,” ujar Moch Nurul Ramadhan dari tim Global Wakaf – ACT. 

Salah satu lembaga pendidikan yang hadir untuk masyarakat adalah Rumah Quran Tashdiq. Lewat rumah alquran ini, masyarakat bisa mendapatkan akses pendidikan agama dan pembelajaran mengenai Alquran.


“Rumah Quran Tashdiq menjadi pusat pendidikan anak-anak untuk lebih mencintai Alquran. Rumah Alquran ini sekarang melayani 120 santri tahfiz yang belajar dari pagi sampai sore dan juga ada beberapa santri yang tinggal di asrama,” cerita Nurul.

Untuk kebutuhan air sehari-hari bagi para santri, Rumah Quran Tashdiq tadinya masih mengambil sumber air dari rumah warga yang terdekat. Namun seiring berkembangnya lembaga, kebutuhan air bersih semakin meningkat. 

Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf yang dapat digunakan institusi ini untuk beraktivitas. Pembangunan Sumur Wakaf dengan kedalaman 60 meter tersebut telah rampung semenjak 11 Juli 2020 lalu.


Proses pembangunan Sumur Wakaf di Rumah Quran Tashdiq. (ACTNews)

“Alhamdulillah, kita telah memulai pengerjaannya sejak Februari lalu. Sumur Wakaf sudah dapat digunakan oleh para santri semenjak 11 Juli silam. Semoga kehadiran Sumur Wakaf dapat mengatasi kebutuhan air bersih santri setiap hari yang cukup besar,” ujar Nurul.

Sumur Wakaf ini tentunya dibutuhkan oleh banyak lembaga pendidikan lainnya yang masih kesulitan mendapatkan air. Oleh karenanya, Nurul berharap para dermawan terus mendukung Global Wakaf – ACT untuk menghadirkan Sumur Wakaf di tempat-tempat lainnya.

“Kita tentu ingin anak-anak yang menimba pendidikan tidak terkendala oleh masalah kebutuhan mendasar. Sebab itu kita berharap partisipasi para dermawan untuk menunjukkan kepeduliannya sehingga manfaat Sumur Wakaf dapat dirasakan juga bagi santri-santri lainnya yang ada di Indonesia,” harap Nurul. []


Bagikan