Memenuhi Kebutuhan Pangan Nelayan di Pesisir Gaza

Para nelayan hanya diperbolehkan melaut maksimal 6 mil dari bibir pantai, atau sekitar 9,5 kilometer sehingga mengurangi penghasilan mereka.

Nelayan Gaza menerima paket pangan pada Senin (2/12). Bantuan ini disuplai dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) (ACTNews)

ACTNews, GAZA - Laut seperti tak terbatas untuk makhluk hidup. Luasnya di muka bumi diperkirakan mencapai 361,1 juta kilometer persegi. Saking luasnya, laut kerap memenuhi kebutuhan manusia. Keanekaragaman makhluk hidup dan berbagai unsur alam lainnya, kerap dimanfaatkan manusia untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

Pengecualian bagi mereka yang terjajah. Memanfaatkan laut bagi mereka dapat menjadi aktivitas mewah. Seperti para nelayan di Pantai Kota Bayt Lahyah, Gaza Utara, yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania. Israel membatasi aturan nelayan Palestina untuk pergi melaut.

“Di pesisir Gaza, tepatnya di Pantai yang berada di Kota Bayt Lahyah, para nelayan hanya diperbolehkan melaut maksimal 6 mil dari bibir pantai, atau sekitar 9,5 kilometer,” kata Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR)-ACT pada Rabu (11/12).

Jika para nelayan melanggar, Israel bakal bertindak represif terhadap mereka. Misalnya saja menangkap dan bahkan menyerang kapal nelayan yang melaut tanpa mengindahkan aturan Israel. Keadaan tersebut menyulitkan para nelayan mencari nafkah.

Paket-paket pangan ini merupakan kedermawanan masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui ACT untuk masyarakat Palestina. (ACTNews)

Kedermawanan dari masyarakat Indonesia hadir untuk para nelayan Palestina. Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan bantuan pangan untuk para nelayan yang kini semakin sulit melaut di pesisir Kota Gaza pada Senin (2/12) lalu.

“Kita telah menditsribusikan bantuan pangan langsung dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) yang ada di Kota Gaza. Harapannya, bantuan pangan yang kita berikan kepada mereka mampu membantu kebutuhan mereka sehari-hari. Hal ini karena penghasilan mereka yang semakin berkurang akibat adanya pembatasan dari pihak Israel,” kata Firdaus. 

Ketegangan juga kerap kali meningkat di pesisir Gaza. Berulang kali Israel mengubah-ubah pembatasan jarak melaut untuk warga Palestina. Seperti 30 April lalu, dikutip dari CNN Indonesia, Israel sempat memangkas wilayah berlayar bagi kapal-kapal nelayan yang beroperasi dari Jalur Gaza.

Dengan aturan itu, nelayan Gaza hanya dapat mencari ikan di Laut Mediterania dengan jarak tidak lebih dari sembilan kilometer. Sebelum aturan ini berlaku para nelayan Palestina bisa mencari ikan hingga 24 kilometer laut Mediterania. Kebijakan baru tersebut ditetapkan pada 1 April lalu. []