Memenuhi Kebutuhan Pangan Selama Pandemi Melanda

Selain sektor kesehatan, pangan menjadi salah satu lini yang mengalami dampak adanya pandemi Covid-19. Untuk itu, ACT berikhtiar menjaga ketahanan pangan lewat berbagai program yang dihadirkan.

Memenuhi Kebutuhan Pangan Selama Pandemi Melanda' photo
Tim ACT sedang menata beras wakaf yang ditampilkan saat peluncuran Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan, Kamis (6/8). (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA Sejak kasus positif Covid-19 di Indonesia ditemukan awal Maret lalu, hingga hari ini sebaran virus ini terus meluas. Masuk bulan Oktober, jiwa yang dinyatakan terpapar virus jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu. Di samping itu, belasan ribu di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sebagian lain telah sembuh dan masih ada yang menjalani perawatan berupa karantina. Sektor kesehatan menjadi yang paling terdampak dalam hal ini. Di samping itu, sektor lain turut terdampak, khususnya ekonomi yang paling dirasakan masyarakat karena berpengaruh pada sektor lainnya juga.

Di sektor ekonomi, pengangguran, pemutusan hubungan kerja, usaha yang lesu hingga bangkrut seakan menjadi fenomena. Banyak masyarakat yang sebelumnya telah mapan, kini harus merasakan keterpurukan ekonomi. Begitu juga dengan mereka yang sebelum pandemi telah prasejahtera, dengan hadirnya pandemi ini, ujian mereka seakan semakin berat rasanya.

Merespons hal ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan yang salah satu fokusnya ialah pengentasan kemiskinan, berikhtiar untuk mengatasi dampak dari penurunan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan pemenuhan pangan. Selama pandemi, berbagai program pemenuhan pangan semakin digencarkan. Mulai dari memasifkan aksi pendistribusian makanan siap santap, hingga implementasi bantuan paket pangan untuk kalangan prasejahtera serta terdampak pandemi corona.

Ryan Andriana dari Tim Program ACT mengatakan, untuk pemenuhan makanan siap santap, sejak awal tahun ini hingga pertengahan Oktober 2020, ACT telah menjangkau hingga lebih dari 580 ribu penerima manfaat. Pangan tersebut tersedia dari Humanity Food Truck, Humanity Food Van yang mengantarkan makanan dari Dapur Terpusat ACT, serta distribusi makanan hasil kolaborasi dengan warteg-warteg yang tersebar di 55 kota/kabupaten.


Lansia di Wajak, Malang yang menerima paket pangan dari ACT. Di pelosok Kabupaten Malang ini, mereka pun ikut terdampak pandemi yang belum juga usai. (ACTNews)

“Penerima manfaat dari program makanan siap santap ini merupakan warga prasejahtera, warga terdampak bencana alam, hingga pekerja informal yang selama pandemi ikut menurun penghasilannya,” jelas Ryan, Jumat (16/10).

Ikhtiar bersama ini, selain menghadirkan pangan siap santap, ACT juga mendistribusikan paket pangan berupa kebutuhan pokok, beras salah satunya. Sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober ini, penerima manfaatnya mencapai lebih dari 230 ribu jiwa. Beras Wakaf, produk kebaikan dari Global Wakaf-ACT, telah terdistribusi mencapai lebih dari 260 ribu kilogram. Angka ini pun nantinya akan terus bertambah seiring dengan terus dilakukannya implementasi dengan berbagai pihak yang berkolaborasi.

Dukungan ketahanan pangan selama pandemi

Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyebut, pandemi Covid-19 yang terjadinya nyaris di seluruh dunia mampu mengakibatkan krisis pangan. Masalah ini hadir karena adanya pembatasan akses serta aktivitas di berbagai tempat dengan tujuan mencegah sebaran virus. Hal ini menjadi salah satu pemicu tersendatnya distribusi pangan ke masyarakat di berbagai tempat.

Berupaya menjaga ketahanan pangan di Indonesia, ACT sejak pandemi ini berlangsung telah melakukan kerja sama-kerja sama dengan produsen pangan untuk menjaga ketahanan pangan Nusantara. Dengan memanfaatkan dana wakaf masyarakat yang disalurkan melalui Global Wakaf-ACT, akses permodalan bagi para pelaku produsen pangan diberikan, dalam hal ini petani dan pelaku usaha mikro. Selain dana, pendampingan pun dilakukan. Mereka telah tersebar di berbagai titik di Indonesia untuk mempermudah akses distribusi.

Beras Wakaf merupakan produk dari kolaborasi kebaikan antara ACT dengan para petani. Melalui cabang-cabang ACT yang tersebar di berbagai kota serta jaringan kerelawanan Masyarakat Relawan Indonesia yang luas, Beras Wakaf ini terdistribusi. “Selama pandemi, masyarakat yang menerima Beras Wakaf bukan saja mereka yang ada di episentrum sebaran virus, tapi juga hingga ke pelosok-pelosok daerah yang mereka pun turut terdampak dengan adanya pandemi ini,” jelas Danu Putra Anugrah dari tim Program ACT, Jumat (16/10).[]

Bagikan

Terpopuler