Memenuhi Kebutuhan Tempat Tinggal Penyintas Bencana di Lebak

Sudah dua bulan warga korban terdampak banjir bandang Lebak kehilangan tempat tinggalnya. Untuk itu, ACT pada Selasa (3/3) meresmikan pembangunan ICS untuk menyediakan hunian layak bagi penyintas bencana.

Memenuhi Kebutuhan Tempat Tinggal Penyintas Bencana di Lebak' photo
Dede Abdul Rohman selaku Koordinator Pembangunan ICS menunjukkan rencana pengerjaan kompleks hunian bagi warga terdampak banjir bandang Lebak. Pekerjaan ini dimulai Selasa (3/3) dengan seremoni peletakan batu pertama. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, LEBAK Suasana di sekitar Situ Cibodang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak ramai. Ratusan warga berkerumun, datang membawa keluarganya untuk hadir di acara peletakan batu pertama pembangunan Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) dari Aksi Cepat Tanggap, Selasa (3/3). Mereka ini merupakan warga sekitar Situ Cibodang dan warga dari Kampung Somang, Sukarame, Sajira yang menjadi korban terdampak banjir bandang pada awal Januari lalu.

Hamdani, salah satu warga Kampung Somang yang hadir di acara itu, menuturkan, sekitar 70 rumah rusak akibat banjir bandang dari luapan Sungai Ciberang yang mengalir di kampugnya. Air bercampur tanah longsor yang merendam rumah-rumah yang berada di bantaran sungai, sehingga tak layak lagi dihuni. “Kampung Somang sekarang jadi zona merah bencana, warga direlokasi,” ungkapnya, Selasa (3/3).

Beberapa kampung di tepian Sungai Ciberang memang kini menjadi daerah rawan bencana. Adanya Waduk Karian di Lebak membuat permukiman yang ada di tepian sungai menjadi tempat limpahan air rawan bencana banjir. Sudah ada upaya untuk relokasi, namun bencana banjir bandang terlebih dahulu datang sebelum proses itu selesai.


Sesi doa sebelum peletakan batu pertama pembangunan ICS di Sajira, Lebak. Sebanyak 52 rumah bakal berdiri dengan fasilitas masjid, area bermain anak, dapur umum hingga sarana MCK. (ACTNews/Eko Ramdani)

Saat ini, puluhan rumah warga telah hancur. Ratusan jiwanya terpaksa kehilangan tempat tinggal. Asep Suryadi, salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan, mengatakan bencana besar seperti itu tak pernah terjadi sebelumnya. “Mungkin memang tempat tinggal yang sangat paling dibutuhkan saat ini,” katanya.

ACT sendiri akan membangun satu kompleks ICS di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak. Sebanyak 52 hunian akan ditempati oleh 52 keluarga. Mereka merupakan warga terdampak bencana banjir bandang di Kampung Somang yang sampai saat ini masih mengungsi di tempat kerabat atau pengungsian.

Dede Abdul Rohman selaku Koordinator Pembangunan ICS menjelaskan, kompleks hunian di Lebak serupa dengan ICS di Palu dan Lombok yang sebelumnya telah ACT bangun. Kompleks hunian tersebut akan dilengkapi fasilitas lain, seperti masjid berukuran 12x12 meter, dapur umum, sarana kebersihan, hingga tempat bermain anak-anak.

“Mulai hari ini pembangunan akan dimulai dan selesai perkiraan tiga hingga paling lama empat pekan ke depan,” jelasnya kepada tim ACTNews, Selasa (3/3).

Tempat tinggal ini akan dibuat senyaman mungkin dengan mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk kemiringan tanah. Saat ini perataan lokasi ICS akan dilakukan menggunakan alat berat dibantu oleh pemerintah setempat.

Kepala Desa Sukarame Asep Sahrudin mengatakan, warga yang tinggal di ICS akan didampingi untuk pemulihan ekonominya. Lokasi ICS yang tepat berada di Situ Cibodang akan dimanfaatkan sebagai objek wisata air di Lebak. “Situ ini merupakan salah satu lokasi yang bakal dikembangkan sebagai sarana wisata air. Warga, khususnya penghuni ICS nantinya akan bisa secara mandiri memperbaiki kondisi perekonomiannya dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada,” jelas Asep.[]


Bagikan

Terpopuler