Memilih Hewan Kurban Terbaik

Ketika ingin berkurban, hewan kurban mesti dipilih dengan baik. Rasulullah bahkan memiliki kriteria tersendiri mengenai hewan kurban terbaik. Di antaranya adalah besar dan gemuk.

Memilih Hewan Kurban Terbaik' photo
Salah satu kurban yang dikembangbiakkan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf yang nantinya akan disalurkan untuk Global Qurban. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNewsJAKARTA - Dikutip dari Tribun Jateng, K.H. Mukhlas Hasyim MA menganalogikan berkurban untuk Allah dengan pemberian kepada kekasih. Menurutnya, orang cenderung akan memberikan hal-hal terbaik untuk orang yang disayangi, apalagi untuk Allah.

Wong kita menghadiahkan sesuatu untuk kekasih saja yang paling mahal. Persembahan kepada guru, mertua, dan orang tua saja paling bagus. Masak untuk Allah memakai kambing pincang, kurus, ya tidak sah,” jelas KH Mukhlas, yang merupakan Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

KH Mukhlas menjelaskan, memang untuk kurban idealnya yang paling gemuk, bagus, dan banyak dagingnya. Hal ini karena nantinya daging kurban itu akan disedekahkan dan dihadiahkan. Sedekah itu bersifat menyantuni dan hadiah itu bersifat menghormati.

“Daging kurban akan diberikan kepada orang miskin dan kaya. Tentu diperlukan daging yang paling lezat dan enak. Karena itu carikanlah hewan yang paling empuk. Wong itu untuk Allah,” ungkap KH Mukhlas kepada Tribun Jateng.

Tuntunan ini tidak terlepas dari sunnah Rasulullah yang biasa memilih hewan kurban yang terbaik untuknya. Beliau memiliki kriteria tersendiri ketika memutuskan untuk menyembelih kurban saat Iduladha. Imam Syafi’i misalnya menerangkan bahwa nabi lebih memilih hewan yang besar dan gemuk. Sebuah hadis yang diriwatkan oleh Abu Umamah bin Sahl mengatakan, “Dahulu kami di Madinah biasa memilih hewan yang gemuk dalam berkurban. Dan memang kebiasaan kaum muslimin ketika itu adalah berkurban dengan hewan yang gemuk-gemuk.” (HR. Bukhari)

Sementara itu, Syaikh Abu Bakar bin Jabir al-Jazairi, seorang dosen Universitas Islam Madinah, dikutip dari Islampos, menjelaskan, “Hewan kurban paling utama adalah kambing Kibasy yang bertanduk, jantan, putih bercampur hitam di sekitar mata dan kakinya. Karena ciri-ciri seperti itulah yang disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan beliau berkurban dengannya.”

Pendapat Syaikh Abu Bakar bin Jabir al-Jazairi di atas diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan dari ‘Aisyah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma. Bahwa suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin berkurban, kemudian membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dikebiri. Kemudian ia menyembelihnya. (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan Al- Albani).

Kualitas-kualitas hewan kurban inilah yang terus dijaga oleh Global Qurban. Dalam menyediakan hewan kurban, Global Qurban mengembangbiakkan hewan kurban terbaik melalui Global Wakaf di Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

Pemberian susu ke hewan ternak di LTW Tasikmalaya. Susu ini merupakan salah satu pemenuhan gizi hewan ternak yang nantinya akan dijadikan hewan kuban. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Sejak anakan, kami (peternak LTW) memberikan komposisi gizi dan perawatan khusus ke hewan ternak. Dengan begitu akan didapatkan kualitas hewan kurban terbaik untuk Iduladha, kami menjamin itu karena kami yang merawatnya sendiri,” ungkap Rosman, salah satu pengurus di LTW di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, pada awal Desember 2019 silam.

Selain itu, ada standar tersendiri yang ditetapkan untuk hewan kurban. Standar yang dimaksud adalah berat ternak-ternak yang dagingnya akan disuplai untuk kebutuhan Global Qurban nantinya. Semua ternak yang ada di LTW tersebut ditargetkan memiliki berat di atas 27 kilogram.

“Ada target standar memang, berapa ekor yang sudah layak dipotong dan berapa ekor yang belum. Itu artinya kita mesti ukur dari bobot dan usia. Semua kita ratakan beratnya, secukup-cukupnya itu harus di atas 27 kilogram,” kata Rosman.

Hingga kini, perkembangan lahan kandang dan lahan odot di LTW Tasikmalaya mencapai 22 hektare. Lahan ini menampung kapasitas domba breeding 5.000 ekor dan fattening 4.500 ekor. Sementara total peternak di Tasikmalaya yang diberdayakan sebanyak 124 orang dan terus bertambah. Ternak-ternak terbaik inilah yang memenuhi kebutuhan para pekurban di Global Qurban setiap tahunnya.[]


Bagikan