Memotret Potensi Gempa Lanjutan dan Upaya Mitigasi Gempa Lombok

Memotret Potensi Gempa Lanjutan dan Upaya Mitigasi Gempa Lombok

ACTNews, MATARAM - Negeri di tengah potensi gempa, tak dapat dipungkiri Indonesia adalah laboratorium gempa yang luarbiasa. Indonesia terletak di antara pertemuan empat lempeng tektonik aktif. Lempeng tektonik ini pula yang pada akhirnya membentuk topografi Indonesia yang indah. Meski demikian di balik lempeng-lempeng itu tersembunyi potensi gempa yang luarbiasa.

Empat pertemuan lempeng besar itu meliputi Lempeng Samudera Indo-Australia, Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudera Pasifik dan Lempeng Philipines. Semua bertemu di satu titik, memunculkan potensi gempa yang bisa terjadi hampir di semua sudut wilayah Indonesia.

Belum juga lekang dalam ingatan, publik di Indonesia dikejutkan dengan musibah gempa yang mengguncang kuat Lombok, terjadi secara beruntun sejak 29 Juli 2018 lalu. Tak bisa dianggap sederhana, rangkaian gempa susulan yang terjadi di Lombok hingga 12 September 2018 tercatat sudah mencapai 2.018 kali. Dari guncangan gempa tersebut, telah mengakibatkan 584 jiwa warga meninggal dunia, 445.343 jiwa mengungsi, 149.715 rumah rusak, dan taksiran lebih dari 12 triliun Rupiah kerugian material.

Menurut analis sejumlah pakar gempa, hingga kini masih ada aktivitas tektonik di sekitar Lombok. masih ada potensi gempa yang harus diantisipasi beberapa waktu ke depan. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang melindungi diri saat terjadi gempa, menjadi tantangan sendiri untuk tiap stakeholder yang bertanggungjawab dalam penanggulangan bencana di Lombok.

Pada akhirnya, upaya mitigasi bencana pun menjadi kunci utama. Selagi fase pemulihan Lombok sedang dikebut oleh semua pihak, mitigasi pun harus dimulai sejak dini. Mitigasi menjadi penting untuk membangun dan menjaga kesadaran level stakeholder dalam menghadapi potensi bencana lanjutan di Lombok.

Merespons tanggung jawab besar tersebut, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), sebuah lembaga edukasi dan pelatihan yang berfokus pada konsep Total Disaster Management bergerak membincang tentang mitigasi. DMII berinisiatif menyelenggarakan Seminar Nasional tentang potensi gempa dan upaya mitigasi bencana, Jumat (28/9), di Kota Mataram, Lombok. 

Berlokasi di Hotel Aston Mataram, Seminar Nasional mengambil tema “Memotret Potensi Gempa Lanjutan dan Upaya Mitigasi Bencana untuk Hadapi Potensi Bencana Lanjutan di Lombok”.

Seminar nasional akan menghadirkan Dr H. Zulkieflimansyah selaku Gubernur NTB. Tak hanya itu, sebagai pembicara pun hadir Dr. Daryono, S.Si, M.Si  (Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG), Dr. Teti Zubaidah (Pakar Geofisika Unram), Wusnu Widjaja (Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB), Syuhelmaidi Syukur (Senior Vice President Aksi Cepat Tanggap), dan Dr Eko Pradjoko (Pakar Tsunami Unram). []

Tag

Belum ada tag sama sekali