Mempermudah Akses Air Santri Pesantren Al-Muttaqin

Pondok Pesantren Al-Muttaqin di Desa Kondangsari, Kabupaten Cirebon, kerap kesulitan air, terutama saat musim kemarau. Santri dan warga kerap kesulitan karena debit air menipis.

sumur wakaf cirebon
Sejumlah warga dan santri memanfaatkan Sumur Wakaf yang baru saja rampung di Pesantren Al-Muttaqin. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN CIREBON – Di tanah wakaf seluas 5.315 meter persegi, Pondok Pesantren Al-Muttaqin berdiri. Pondok yang berlokasi di Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon ini, telah menyumbangkan kontribusi kepada dunia Pendidikan sejak tahun 1994.

“Dalam usianya yang ke 25, alhamdulillah Pesantren Al-Muttaqin telah mengantarkan banyak penghafal Al-Qur'an, ustaz, pendakwah, dosen, dokter, dan profesi lainnya yang berbekal Al-Qur’an sebagai nafas geraknya,” ujar Muhammad Tawwaba dari Tim Global Wakaf-ACT Cirebon.

Dalam usia yang ke 25 pula, Pondok Pesantren Al-Muttaqin berupaya menata diri untuk cita-cita yang besar mendidik lebih banyak lagi calon kader bangsa yang berkualitas. “Saat ini ada puluhan santri yang menjadikan Pesantren Al-Muttaqin tempat mereka menimba ilmu,” jelas Tawwaba.

Tetapi selama Pesantren Al-Muttaqin berjalan, kebutuhan air menjadi hal vital dan seringkali kekurangan dalam setiap waktu. Terutama pada saat musim kemarau.

“Jumlah pengajar dan santri ini kan cukup banyak, sehingga kebutuhan air yang sangat tinggi. Jika musim kemarau datang, santri sering kali kesulitan air sampai harus turun ke sungai belakang pesantren,” jelas Tawwaba. Hal ini dinilai berbahaya, karena sempat ada santri yang terpeleset jatuh ketika mengambil air.


Selain itu di musim kemarau, air digunakan berjatah dan lebih sering khusus untuk berwudu saja. Sedangkan kebutuhan lainnya seperti mencuci ataupun mandi dijatah selama satu pekan sekali, dan untuk mandi 1-2 hari sekali.

Masjid di pondok pun sering kali dimanfaatkan oleh warga secara umum. “Kebetulan letak Pesantren Al-Muttaqin cukup strategis, yakni di jalur penghubung antara Kabupaten Cirebon dan Kuningan. Karena itu sering dipakai warga dan para musafir. Tetapi fasilitas yang terbatas menjadi kendala mereka beribadah. Bahkan kalau tidak ada air sama sekali, kegiatan salat Jumat di pesantren ditiadakan sehingga para santri beribadah di masjid lain,” ujar Tawwaba.

Karena itu Global Wakaf-ACT membangun satu unit Sumur Wakaf untuk para santri di Pondok Pesantren Al-Muttaqin. Pembangunan sumur rampung dan sudah dapat dimanfaatkan para santri sejak pertengahan bulan Mei lalu.

Santri pun senang dengan kehadiran bantuan ini, Waluyo salah satunya. “Alhamdulillah dengan dibangunnya Sumur Wakaf, semakin mudah untuk menjalankan ibadah para santri di pondok seperti salat, tadarus, dan lain sebagainya, Di saat musim kemarau tiba pun, tidak khawatir untuk kekurangan air,” ucap Waluyo. []