Mempersiapkan Iduladha untuk Pengungsi Rohingya di Cox Bazar

Kehidupan sulit yang membelenggu ratusan ribu pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, membuat penyembelihan hewan kurban pun menjadi sesuatu yang amat jarang dan berharga di sana.

rohingya di bangladesh
Ilustrasi. Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Kehidupan sulit yang menyelimuti pengungsian Kutupalong di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh  membuat perayaan Iduladha tanpa penyembelihan kurban tahun ini. Para pengungsi sendiri yang tidak mampu membeli hewan kurban.

Jangankan untuk membeli hewan kurban, membeli makanan yang layak untuk konsumsi sehari-hari mereka masih kesulitan. Berdasarkan data yang dihimpun Global Humanity Response (GHR) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), terdapat ratusan ribu kasus kerawanan pangan darurat di para pengungsi Rohingya di Cox's Bazar.

"Pihak Bangladesh tidak bisa berbuat banyak, karena mereka juga bukan negara yang termasuk sejahtera. Mayoritas pengungsi Rohingya hanya dapat mengandalkan bantuan dari negara di luar Bangladesh untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka," ujar Firdaus Guritno dari tim GHR-ACT, Kamis (17/6/2021).

Para pengungsi, disebut Firdaus, bukannya tidak mau berusaha untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan pangan. Namun, memang tidak ada lapangan pekerjaan di Cox's Bazar. Bahkan untuk sekadar pekerjaan serabutan pun tidak ada. Tanah di sana yang gersang, juga membuat para pengungsi tidak bisa bercocok tanam.

Maka dari itu, Firdaus pun mengajak agar Sahabat Dermawan untuk dapat meringankan beban para pengungsi dengan memberikan bantuan terbaiknya. Bantuan terbaik Sahabat Dermawan nantinya bisa dialokasikan ke dalam bentuk hewan kurban yang bisa dibagikan untuk para pengungsi Rohingya.

“Melalui Global Qurban, kami menghadirkan program program yang memfasilitasi Sahabat Dermawan untuk memberikan hewan kurban terbaik atas nama mereka,” kata Firdaus.

Firdaus menambahkan, dengan kehadiran hewan kurban dalam perayaan Idul Adha 1442 hijriah di kamp pengungsian Rohingya nantinya, tidak hanya nilai-nilai ibadah yang terpenuhi. Namun, juga membantu upaya menyudahi kerawanan pangan yang membelenggu ratusan ribu muslim Rohingya di Bangladesh.

“Tangis anak-anak Rohingya yang kelaparan bisa mereda. Mereka yang mungkin sudah bertahun-tahun tidak merasakan makanan olahan daging, akhirnya bisa merasakannya lagi. Semua ini bisa tercapai jika masyarakat mau bekerja sama membeli hewan kurban untuk saudara muslim Rohingya kita,” ajak Firdaus.[]